Antam Bagikan Dividen Rp 92,2 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memutuskan akan membagikan dividen sebesar Rp 92,2 miliar atau 22,5% dari laba bersih tahun 2013. Pembagian dividen ini telah disetujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), “Laba tahun berjalan yang bisa didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai dividen sebesar Rp92,2 miliar. Sementara per saham tahun buku 2013 adalah Rp9,67,”kata Direktur Utama ANTM Tato Miraza di Jakarta, Rabu (26/3).

Dia menambahkan, dalam RUPST tersebut pemegang saham juga menyetujui laba ditahan sejumlah Rp317,7 miliar atau 77,5% dari laba 2013. Selain itu, dalam RUPST juga menyetujui laba ditahan sebanyak 77,5% karena perseroan saat ini sedang banyak melakukan ekspansi di beberapa tambang serta untuk pembangunan smelter dan pabrik alumina.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan mencatatkan penurunan laba hingga 86,29% menjadi Rp409,94 miliar dibanding 2012 sebesar Rp2,99 triliun. Anjloknya laba bersih akibat meningkatnya beban, tidak adanya keuntungan atas penyesuaian nilai wajar dan dividen seperti tahun sebelumnya.

Sementara penjualan perseroan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp11,3 triliun atau naik 8,13% dibanding 2012 senilai Rp10,45 triliun. Naiknya penjualan diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,43 triliun.

Perseroan juga mencatat kerugian entitas asosiasi dan pengendalian bersama sebesar Rp181,01 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat untung Rp115,1 miliar. Di samping itu, ANTM tidak mendapat keuntungan atas penyesuaian nilai wajar di tahun ini, di mana pada tahun lalu membukukan keuntungan mencapai Rp2,48 triliun. Selain itu, perseroan pada tahun lalu tidak mendapat dividen, dibanding tahun sebelumnya memperoleh dividen senilai Rp375,43 miliar dari PT Nusa Halmahera Mineral.

Disebutkan pula, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Antam menyetujui merombak jajaran direksi dan komisaris perseroan. Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Sutikno sebagai direktur perseroan dan digantikan Hari Widjajanto,”Bapak Hari Widjajanto sebelumnya menjabat sebagai General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas,”kata Corporate Secretary Antam Tri Hartono.

Tri menambahkan, RUPST juga memberhentikan dengan hormat Robert Pakpahan sebagai Komisaris dan mengangkat Robert Simanjuntak sebagai komisaris perseroan,”Bapak Robert Simanjuntak saat ini adalah Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Ketua Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Desentralisasi Fiskal," ujar Tri.

Sementara Hikmahanto Juwana kembali diangkat sebagai Komisaris Independen Antam. Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Antam, yakni Presiden Komisaris R Sukyar dan komisaris, terdiri atas Robert Simanjuntak, Zaelani, Velix Vernando Wanggai dan komisaris independen adalah Hikmahanto Juwana dan Laode M Kamaluddin.

Sementara susunan dewan direksi perseroan, yakni Direktur Utama Tato Miraza, Direktur Pengembangan Hendra Santika, Direktur Keuangan Djaja Tambunan, Direktur Operasional Tedy Badrujaman, Direktur SDM Hari Widjajanto dan Direktur Umum & CSR I Made Surata. (bani)

BERITA TERKAIT

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mega Manunggal Targetkan Laba Rp 200 Miliar - Proyeksi Kinerja 2018

NERACA Jakarta - PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan membangun dua sampai tiga gudang di tahun depan. Dengan begitu perusahaan ini…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…