Penurunan Ekspor Pukul Kinerja Gajah Tunggal

Laba Bersih Hanya Rp120,33 Miliar

Kamis, 27/03/2014

NERACA

Jakarta- Lesunya kinerja ekspor sepanjang tahun lalu nyatanya juga dialami PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten yang fokus pada produksi ban kendaraan. Perseroan tercatat hanya mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp120,33 miliar per 31 Desember 2013. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan dapat memperoleh laba bersih hingga dari Rp1,1 triliun.

Dalam laporan keuangan perseroan yang diterbitkan, Rabu (26/2), perseroan mencatatkan penurunan penjualan bersih menjadi Rp12,35 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp12,57 triliun. Turunnya penjualan yang dicatatkan perseroan diakibatkan melemahnya penjualan ekspor dari Rp 4,53 triliun menjadi Rp 4,07 triliun.

Pada periode ini, beban pokok penjualan turun menjadi Rp10,07 triliun dari Rp10,2 triliun. Laba kotor perseroan menjadi Rp2,2 triliun dari Rp2,3 triliun, dan laba sebelum pajak menjadi Rp166,4 miliar dari Rp1,4 triliun. Selain melemahnya penjualan, perseroan juga mencatatkan rugi kurs yang tidak sedikit.

Bahkan, nilainya hampir mencapai empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp889,9 miliar dari Rp218,1 miliar. Adapun total liabilitas yang dicatatkan perseroan mencapai Rp9,6 triliun dari Rp7,3 triliun, sedangkan total aset perseroan naik menjadi Rp15,3 triliun dari Rp12,8 triliun.

Sebelumnya, emiten produsen ban ini cukup optimistis dengan mematok penjualan pada tahun ini dapat meningkat 6% menjadi sekitar 3,9 juta ban jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun lalu. Pihaknya berharap kenaikan tersebut dapat didukung pertumbuhan pasar ban pengganti (replacement) di dalam negeri, dan permintaan pasar ekspor yang masih menantang. “Akhir tahun kami targetkan dua kali lipat sekitar 3,9 juta ban, atau naik 6%,” kata Direktur Gajah Tunggal, Catharina Widjaja.

Namun, nyatanya di kuartal ketiga 2013, penjualan ekspor perseroan tercatat Rp 2,34 triliun, turun 19,31% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan penjualan tersebut mengakibatkan perseroan hanya mampu mencatatkan pendapatan bersih Rp 9,10 triliun pada sembilan bulan pertama tahun lalu, atau melemah 3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba bersih di periode ini juga mengalami penurunan signifikan sebesar 73,56% menjadi Rp 205,64 miliar. perseroan pun terpaksa merevisi target pertumbuhan pendapatannya dari 6% menjadi sekitar 3% -5%.

Untuk mendukung kinerjanya, manajemen perseroan sebelumnya mengaku tengah menjajaki pasar ekspor di Amerika Selatan dan Afrika Selatan. Sementara itu, terkait rencana perusahaan untuk membangun lintasan uji ban atawa fasilitas proving ground di Karawang, Jawa Barat kemungkinan baru kembali akan dibangun pada akhir tahun 2013 atau awal tahun depan. Targetnya, pembangunan tahap pertama dapat diselesaikan pada akhir 2014.

Selain itu, perseroan juga tercatat menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan. Salah satunya, Tunas Ridean Group. Produk ban PT Gajah Tunggal Tbk telah menjadi ban OEM (Original Equipment Manufacture) untuk berbagai kendaraan baru di Indonesia. Seperti ban GT Radial yang menjadi OEM untuk mobil Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan juga Proton Exora dan Prevé untuk di Malaysia serta Mitsubishi Strada Triton di Thailand. Ban Gajah Tunggal adalah ban OEM untuk kendaraan komersial baik truk maupun bus yang dihasilkan oleh Hino, Toyota dan Mitsubishi. Sedangkan IRC adalah ban OEM untuk sepeda motor Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, Minerva-Sachs, Viar dan TVS di Indonesia. (lia)