Pabrik Indah Kiat Disambangi Menhut

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk-Tangerang Mill (IKPP Tangerang). Dalam kunjungannya itu, Menhut melihat secara langsung proses produksi yang berlangsung di IKPP Tangerang. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin

IKPP Tangerang merupakan salah satu unit usaha di bawah payung Asia Pulp and Paper. Mill ini dibangun pada tahun 1976 dan merupakan Mill APP pertama dari 3 Mills PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, memiliki kapasitas produksi lebih dari 100.000 Metric Tones per tahunnya. Produk unggulan IKPP Tangerang antara lain berbagai jenis kertas warna dan kertas Al- Quran bermutu tinggi yang disebut QPP atau Quran Paper dengan merek Sinartech yang diekspor ke banyak negara.

Kertas Al Quran ini berkualitas tinggi, dengan tekstur dan kemampuan kualitas cetak yang didesain untuk memenuhi kebutuhan hasil cetak kualitas tinggi bagi Al-Quran. Pada penggunaan normal, kertas ini dapat bertahan hingga 100 tahun.

Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Suhendra Wiriadinata mengatakan, untuk mendukung produksi perseroan hanya menggunakan bahan dasar serat kayu yang tersertifikasi baik yang berasal dari Hutan Tanaman Industri dan juga serat impor,”IKPP Tangerang, bersama dengan Mills APP lainnya juga telah berkomitmen penuh untuk menerapakan Prinsip Sustainable Forest Management atau Pengelolaan Hutan berkelanjutan melalui Kebijakan Konservasi Hutan APP di seluruh operasi pemasok bahan baku kami sejak 5 Februari 2013,”ujarnya.

Tercatat sekitar 90% produksi kertas ini diserap pasar internasional terutama negara-negara Timur Tengah. Ini membuktikan bahwa Sinartech, kertas produksi dari Tangerang Selatan berhasil menembus pasar global. Total produksi Sinartech mencapai 12.000 ton per tahun dengan nilai penjualan mencapai sekitar US$ 12 juta.

Sebagai Negara dengan penduduk Islam terbanyak di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan kitab suci Al – Qur’an yang sangat besar yang diperkirakan oleh Kementerian Agama mencapai 2 juta mushaf per tahun pada tahun 2011. Namun, hingga kini pencetakan Al-Qur’an secara nasional baru bisa memenuhi sekitar 50 ribu – 60 ribu mushaf saja.“Wakaf Al-Quran juga menjadi sebuah tanggung jawab sosial APP, guna membantu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi umat Muslim,”kata Wakil Presiden Komisari PT indah Kiat Pulp & Paper Tbk G. Sulistiyanto. (bani)

Related posts