Produksi Gas Bumi

Produksi Gas Bumi

Oleh Bani Saksono (wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Mencoba tak ingin bergantung dari impor, pemerintah Indonesia kembali berkonsentrasi memproduksi gas bumi untuk menggantikan bahan bakar minyak dan juga elpiji. Seluruh produksi gas bumi diperoleh dari hasil eksplorasi di dalam negeri, tidak impor dari Singapura yang sebetulnya sama sekali tak memiliki ladang migas.

Sepanjang 2013, produksi gas bumi Indonesia mencapai 6.981 British Thermal unit per hari (BBTUD) atau setara dengan 1,204 juta barel per hari. Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan pendapatan kotor dari produksi gas bumi dengan harga jual gas US$ 10,26 per mmbtu pada tahun lalu mencapai US$ 23,888 juta.

Berdasarkan sistem kontrak bagi hasil, tidak seluruhnya pendapatan kotor tersebut masuk ke dalam kantong pemerintah. Dari US$ 23,888 juta tersebut dibagi kepada perusahaan hulu gas (Kontraktor Kontrak Kerja Sama/KKKS) yang memproduksi gas bumi di Indonesia totalnya sebesar US$ 6,121 juta. Lalu, dipotong lagi pengembalian investasi yang telah dikeluarkan perusahaan gas selama 2013 (cost recovery) sebesar US$ 6,408 juta. Sehingga, bagian pemerintah hanya sebesar US$ 12,358 juta.

Tahun ini, pemerintah menaikkan kuota alokasi gas bumi untuk dalam negeri mencapai 3.782 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) atau 52,7% dari seluruh produksi yang ada. Dalam Permen ESDM No. 03 Tahun 2010 Pasal 4 disebutkan untuk mendukung pemenuhan Gas Bumi untuk kebutuhan dalam negeri, kontraktor wajib ikut memenuhi kebutuhan gas bumi dalam negeri dengan menyerahkan sebesar 25% dari hasil produksi bagian kontraktor.

Jika kebutuhan domestik belum terpenuhi dengan kuota 25% tersebut, Kementerian ESDM dapat menetapkan kebijakan alokasi dan pemanfaatan gas bumi dari cadangan gas bumi yang dapat diproduksi dari setiap lapangan gas bumi pada suatu wilayah kerja. Untuk pemanfaatannya, sektor industri menyerap 19% atau sebesar 1.316 BBTUD pada 2013. Untuk pembangkit listrik, dari LNG dan gas bumi 1.097 BBTUD atau 16% dari total produksi gas.

Pada 2012, porsi gas domestik sebesar 3.550 BBTUD atau 49,5%. Jumlah itu dinaikkan lagi menjadi 3.774 BBTUD atau 52,1% pada 2013. Dengan demikian, volume gas yang diekspor menurun dari 3.631 BBTUD atau 50,5% pada 2012, dan turun lagi menjadi 3.402 BBTUD pada 2013 atau 47,9%. Sedangkan pada 2014, volume ekspor diturunkan lagi menjadi 3.393 BBTUD atau 42,7%.

Yang jadi persoalan saat ini adalah bagaimana mengurangi kuota ekspor gas untuk memenuhi kebutuhan domestik. Selain untuk industri, dan pembangkit listik, kebutuhan bahan bakar gas (BBG) itu juga akan disalurkan untuk kalangan rumah tangga. Sarana dan jaringan infrastruktur distribusi yang belum tuntas hingga memicu tingginya nilai ekspor di dalam negeri. []

BERITA TERKAIT

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Berhasil Tingkatkan Produksi Lapangan Tua, Pertamina Layak Kelola Blok Rokan

Berhasil Tingkatkan Produksi Lapangan Tua, Pertamina Layak Kelola Blok Rokan NERACA Jakarta - Pertamina telah membuktikan kemampuan meningkatkan produksi lapangan…

BOSS Tambah Tiga Alat Berat Rp 114 Miliar - Kejar Produksi Batu Bara 500 Ribu Ton

NERACA Jakarta – Penuhi target produksi batu bara tahun ini sebesar 500 ribu ton, emiten tambang batu bara PT Borneo…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Tak Mudah Menggapai Freeport

Akuisisi Freeport merupakan sebuah lompatan yang diharapkan nantinya berdampak positif bagi Indonesia secara lebih luas dari sisi pendapatan, pajak, royalti,…

Jangan Hanya Fokus Kejar Saham Freeport

Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Mimika, Provinsi Papua meminta Pemerintah Pusat…

Jangan Hanya Fokus Kejar Saham

Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Mimika, Provinsi Papua meminta Pemerintah Pusat…