Dulang Untung Bisnis Helm dan Perlengkapan Berkendara

Sabtu, 29/03/2014

Walaupun pemain di sektor ini sudah cukup banyak bukan berarti peluang usaha bisnis ini telah habis. Tinggal bagaimana si empunya usaha meramu strategi bisnis dengan baik dan memenangkan persaingan.

NERACA

Sejak beberapa tahun lalu, jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia telah melonjak tajam. Berdasarkan data yang dikeluarkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan sepeda motor pada 2013 lalu mencapai 7,7 juta unit, dan tahun ini AISI menargetkan penjualan sebanyak 8 juta unit.

Kenapa bisa demikian? Alasannya ada beragam pertama karena sepeda motor dapat menjadi alternatif transportasi yang simple, murah, dan cepat. Kedua, cara memilikinya pun cukup mudah yakni dengan mengajukan kredit sepeda pada lembaga-lembaga pembiayaan kendaraan bermotor. Alhasil, buktinya dapat Anda Iihat sendiri di jalanan, setiap pagi dan sore atau lebih tepatnya saat jam kerja (pergi dan pulang) jalanan-jalanan dipadati dengan sepeda motor.

Dengan data AISI serta kemudahan-kemudahan memiliki sepeda motor, sudah selaiknya tidak membuat kita mengesampingkan aspek keselamatan, salah satunya adalah dengan mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasionla Indonesia (SNI). Ya, kebutuhan helm kini tak hanya bagi para pembonceng yang diboncengpun harus mengenakan helm kalau tidak ingin kena tilang polisi.

Ya, dalam beberapa tahun belakangan ini pihak kepolisian telah memberikan peraturan tegas banwa pengendara motor, baik yang mengendarai maupun yang dibonceng, harus memakai helm standar, atau setidaknya helm jenis halface.

“Sekarang seperti itu, kalau salah satunya tidak pakai helm pasti diberhentikan polisi saat razia atau saat apes berhenti di lampu merah yang ada polisinya, tapi menurut saya memakai helm itu bukan karena polisi, tetapi demi keselamatan,” ujar Ari Kurniawan saat ditemui di sebuah toko helm di bilangan Seskoal Jakarta Selatan.

Ya, kebutuhan masyarakat seperti Ari inilah yang ditangkap para pengusaha yang jeli menangkap peluang yang ada. Dengan membuka bisnis perlengkapan sepeda motor seperti helm, jaket, jas hujan serta perlengkapan lainnya mampu mengakomodir kebutuhan pesepeda motor atau biker.

Hasilnya tidak main-main, Anda bisa lihat sendiri bagaimana perkembangan bisnis ini. Binsis ini memiliki prospek cukup cerah dan begitu diminati. Tak heran mengapa kini banyak yang membuka usaha sejenis.

“Helm itu kini sudah menjadi kebutuhan bagi manusia, jadi selama sepeda motor masih diproduksi peluang bisnsi ini pun akan tetap cerah, hanya saja perlu digarap dengan strategi bisnis yang mumpuni karena pemainnya sudah cukup banyak,” jelas Mono salah seorang penelola toko helm di Kemandoran Jakarta Pusat.

Maksud dia, bisnis ini tetap cerah asalkan digarap dengan strategi bisnis yang baik. Seperti misalnya dengan cara bermain dalam soal harga, koleksi perlengkapan berkendara yang komplet, serta display menarik, akan mampu mengalihkan perhatian masyarakat ke toko Anda. Karena semua kalangan masyarakat dapat terakomodir dengan keberadaan usaha helm dan perlengkapan motor Anda.

Karena saat ini tengah banyak bermunculan usaha sejenis, akibatnya kalau tidak cerdas mensiasati keadaan, bukan tidak mustahil akan tergusur. Ya, saat ini para pemain harus rela berbagi ceruk kepada pemain lainnya. Tak hanya itu, daya beli masyarakat juga tidak stabil, kadang naik terkadang cenderung menurun dan lebih memilih helm-helm yang biasa.

Berdasarkan cerita Mono, bisnis perlengkapan berkendara miliknya itu memiliki omzet sebesar Rp15 juta-20 juta per bulan. Apalagi di saat-saat tertentu, penjualan di toko miliknya akan semakin tinggi lagi. “Kalau musim hujan pesanan untuk jas hujan lebih hebat, omzet kita bisa mencapai Rp25 juta perbulan, kalau tidak ya paling hanya di bawah Rp10 juta,” jelas Mono.