Laba Indomobil Wahana Trada Anjlok 76%

PT Indomobil Wahana Trada (IWT) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik pada tahun 2013 sebesar 76,54% menjadi Rp34,13 miliar, dibanding tahun 2012 sebesar Rp145,43 miliar. Terjadinya penurunan tersebut diakibatkan menurunnya penjualan serta meningkatnya beban usaha perseroan sepanjang tahun lalu.

Dalam laporan keuangan perseroan yang diterbitkan, Selasa 925/3) disebutkan, penjualan perseroan pada tahun lalu tercatat sebesar Rp11,42 triliun atau lebih rendah dibanding tahun 2012 yang mencapai Rp12,06 triliun. Adapun beban usaha perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp779,32 miliar di 2013 dari Rp724,59 miliar di 2012.

Laba bruto yang dicatatkan perseroan di tahun 2013 mengalami penurunan menjadi Rp819,80 miliar dari Rp999,28 miliar di 2012, dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp40,48 miliar di 2013 dari Rp274,69 miliar di 2012. Sementara aset perusahaan otomotif yang merupakan bagian dari Indomobil Group ini, pada akhir tahun 2013 tercatat turun tipis 0,02% menjadi Rp6,07 triliun dengan jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp4,40 triliun di 2013.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebeumnya memangkas peringkat PT Indomobil Wahana Trada (IMAT) dan Obligasi seri I/2012 menjadi idBBB+ dari sebelumnya idA. Penurunan peringkat ini karena meningkatnya tingkat utang perusahaan dan tidak tercapainya target penjualan, yang menyebabkan pelemahan signifikan pada proteksi arus kas perusahaan. "Peringkat yang lebih rendah ini juga mencerminkan penurunan kinerja bisnis perusahaan, yang lebih rendah dari pertumbuhan industri," kata Analis Pefindo Rian Abdi Gunawan.

Adapun prospek dari peringkat anak perusahaan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) ini adalah stabil. Peringkat perusahaan didukung posisi pasar yang cukup kuat dan lokasi gerai yang terdiversifikasi. Meskipun demikian, peringkat tersebut dibatasi struktur permodalan yang agresif dan proteksi arus kas yang lemah, resiko bisnis terkait penerimaan pasar atas varian mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) Datsun dan karakteristik industri automotif yang kompetitif dan peka terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.

Pada saat yang sama, Pefindo juga menetapkan kembali peringkat idBBB untuk medium term notes (MTN) III tahun 2012 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II sebesar Rp100 miliar. MTN tersebut akan jatuh tempo pada 5 April 2014 dan PTPN II akan melunasi MTN dengan menggunakan kas internal. Per akhir tahun lalu, kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp93,4 miliar. Meski begitu, analis Pefindo Niken Indriarsih mengatakan bahwa Pefindo masih mempertahankan prospek negatif terhadap peringkat perusahaan. "Peringkat perusahaan mencerminkan ketatnya likuiditas perusahaan, yang akan menimbulkan resiko pembiayaan kembali (refinancing)," ujar dia. (lia)

BERITA TERKAIT

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…

Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun

NERACA Jakarta –Pada paruh pertama tahun ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,9% menjadi Rp…

Eureka Prima Bukukan Laba Rp 65,2 Juta

NERACA Jakarta – Hingga akhir Maret 2018, PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) berhasil mencatatkan laba bersih bersih sebesar Rp65,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…