AEI : Tidak Perlu Menunggu Hasil Pemilu - Optimisme Pasar Modal

NERACA

Jakarta–Perkembangan industri pasar modal dipastikan tidak akan terganggu dengan kegiatan politik menjelang pemilihan umum legislative (Pileg) atau bahkan hingga pemilu presiden nanti. Bahkan untuk masuk ke pasar modal, investor tidak akan menunggu hasil pemilu kelar. Alasannya, pelaku pasar dan investor menyakini pemilu di Indonesia akan berjalan aman dan tertib, sebagaimana pengalaman pemilu lima tahun lalu.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartato mengatakan, kinerja emiten atau perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia hingga saat ini tidak terganggu rangkaian kegiatan dalam rangka Pemilu 2014,”Kita tahu pada pemilu-pemilu sebelumnya, kegiatan emiten tetap berlangsung dan pasar modal tetap tumbuh di tahun politik," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/3).

Menurutnya, tantangan sekarang bagaimana BEI bisa menjaring perusahaan-perusahaan bisa lebih banyak lagi masuk pasar modal. Hal ini untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal bisa lebih besar lagi. Selain itu, investor juga memiliki banyak pilihan untuk memburu saham-saham berkualitas. “Primer market harus dimaanfaatkan,” tegasnya.

Lanjutnya, salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif bursa saham adalah kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar menunjukkan nilai efek yang tercatat di bursa saham. Kemudian agar investor tertarik terhadap pasar modal domestik, Airlangga Hartanto meminta kepada semua emiten untuk terus memperbaiki kinerjanya,”Yang penting emiten menaikkan likuiditasnya dengan memperbaiki kinerjanya terlebih dahulu. Kalau kinerjanya sudah baik, jumlah sahamnya diperbanyak agar likuiditasnya meningkat," katanya.

Selain itu, dirinya mengharapkan perusahaan sekuritas juga lebih aktif untuk mengkaji laporan keuangan atau kegiatan setiap emiten untuk dipublikasikan agar investor dapat lebih mudah untuk menentukan pilihan investasinya.

Sebelumnya, analis Capital Market dan GCG Specialist, Hendy Fakhrudin pernah bilang, melesatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level 4.878 pasca penetapan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) membuat optimisme pelaku pasar kedepannya, kendatipun penguatan indeks BEI hanya euforia semata.

Namun dirinya menegaskan, tahun pemilu dapat menjadi momentum bagi BUMN untuk memetik euforia politik masuk ke pasar modal,”Bentar lagi pemilu nih, timingnya mencari pemimpin yang baru apreasi pasar akan naik positif, euforia harus naik, di 2014 timmingnya lebih baik untuk BUMN yang propestik masuk ke pasar,”katanya.

Menurut dia, ada beberapa BUMN yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar modal seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan idealnya ada dua perusahaan BUMN yang masuk meramaikan pasar modal. Apalagi bila dengan banyaknya rencana BUMN yang masuk ke pasar modal memudahkan pengontrolan semua kinerjanya. "Untuk go public asumsinya dia terbuka untuk publik, keuangan aspek manajemen, dan itu mendorong profesionalisme jadi esensinya masuk ke pasar modal sangat bagus sekali," jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…

China Diprediksi Akan Lewati AS Sebagai Pasar Otomotif Terbesar

China diproyeksikan akan melewati Amerika Serikat (AS) sebagai pasar otomotif terbesar dunia pada 2022, menurut Chief Executive Officer Nissan Motor…

Optimisme Investor Bawa IHSG Menguat 0,24%

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/2) ditutup menguat 16,22 poin seiring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…