Bernilai Tinggi, Timah Fokus Garap Pabrik LTJ

Investasikan Dana Rp20 Miliar

Rabu, 26/03/2014

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mengaku tengah fokus menyelesaikan pembangunan pabrik Logam Tanah Jarang (LTJ). Rencananya, pabrik Logam Tanah Jarang ini dapat mulai beroperasi pada tahun 2015. "Pabrik LTJ akan dibangun tahun ini dan direncanakan mulai berproduksi tahun 2015," kata Direktur Utama TINS, Sukrisno di Jakarta, Selasa (25/3).

Untuk pembangunan pabrik ini, menurut dia, perseroan menganggarkan dana investasi sekitar Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar. Nantinya, pabrik Logam Tanah Jarang ini akan menghasilkan produk dalam bentuk Hidrooksida, dan dapat memproduksi sebanyak 50 kilo gram per hari atau sekitar 15 ton per tahun. "Produksi untuk Tanah Jarang ini dihitung per kilo gram bukan ton, kami prediksi kapasitasnya sekitar 50 kg/hari," ucapnya.

Menurut dia, tingginya permintaan dunia atas beberapa mineral ikutan dati Timah (Sn) yang sering disebut LTJ atau rate earth membuat perseroan memfokuskan diri untuk memproduksinya. Harga dari produk yang dihasilkan (hidrooksida) ini pun ditaksir dapat mencapai 10 kali lipat dari harga logam timah. "Sampai saat ini kami belum melakukan penambangan kami masih menggunakan hasil limbah tambang timah. Tapi kami melihat prospek ke depan untuk produk hasil LTJ ini sangat baik, karena harganya saja mencapai 10 kali lipat harga timah," jelasnya.

Saat ini, kata dia, prosesnya sendiri sudah berjalan dan dalam tahap land clearing (pembersihan lahan) di kawasan industri Tanjung Ular. Pihaknya berharap, pengembangan ini juga dapat menjadi pioner terhadap percepatan kawasan industri tersebut.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar kemarin, menurut dia, pihaknya akan menglokasikan 55% dari perolehan laba tahun 2013 untuk dividen tunai. Diketahui, sepanjang tahun 2013 perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 515,1 miliar atau Rp 102 per saham, naik 19% jika dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 413,6 miliar atau Rp 86 per saham.

Rencananya, dividen tunai yang akan dibagikan perseroan kepada para pemegang saham yaitu sebesar Rp 56,29 per saham. “Tadinya kita mengusulkan untuk sebagian atau sebesar 40% dari perolehan laba bersih TINS di 2013 untuk dividen. Tapi, pemegang saham justru setuju untuk mengalokasikan 55% dari laba 2013 Perseroan untuk dividen.” katanya.

Dia menyebutkan, total dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham TINS adalah sebesar Rp 283,19 miliar. Dari nilai tersebut, negara akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp 184,13 miliar, sedangkan publik sebesar Rp 99,15 miliar. Selain untuk dividen, perseroan akan mengalokasikan sebesar 45% atau sebesar Rp 231,78 miliar dari laba bersih perseroan untuk cadangan.

Pada kesempatan yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperoleh persetujuan perubahan Anggota Dewan Komisaris untuk masa jabatan lima tahun terakhir. Menurut Sukrisno, pihaknya telah memberhentikan dengan hormat tiga Komisaris Perseroan, yaitu M. Lobo Balia, Bingrosalto L. Tobing, dan Suryadi Saman. Ketiganya digantikan oleh tiga Komisaris baru di manajemen. "Kami telah mengangkat Eko Prasejo, Mochtar Husein, Hudarni Rani masing-masing menjadi Komisaris di Perseroan," imbuhnya. (lia)