IHSG Berupaya Balik Arah Ke Zona Hijau

Rabu, 26/03/2014

NERACA

Jakarta – Menyusul sentiment negatif bursa Asia, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 7,33 poin atau 0,37% ke posisi 4.703,09, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 4,10 poin (0,52%) ke level 788,03, “Tekanan indeks BEI yang terjadi di sepanjang hari kemarin mengikuti bursa Asia. Namun, tekanannya cenderung masih tertahan seiring dengan investor asing yang masih masuk ke pasar saham domestik," kata Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya di Jakarta, Selasa (25/3).

Dia mengatakan, dana investor asing yang masuk ke pasar saham cukup besar senilai Rp325,75 miliar dibandingkan dengan Senin sebelumnya (24/3) yang sebesar Rp268,36 miliar. Hal itu mencerminkan bahwa investor masih percaya terhadap kondisi ekonomi Indonesia, diperkirakan 'inflow' ke pasar saham masih terus meningkat ke depannya.

Analis Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio menambahkan, bursa Indonesia mengalami aksi ambil untung menyusul sentimen negatif dari kejatuhan bursa global yang akhirnya merembet ke bursa Asia, termasuk IHSG BEI. Kendati demikian indeks BEI akan bergerak kembali menguat pada perdagangan Rabu, (26/3) di kisaran 4.690--4.721 poin.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan yakni Adhi Karya (ADHI), PP London Sumatra Indonesia (LSIP), Total Bangun Persada (TOTL), Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Pada perdagangan kemarin, transaksi saham di bursa mencapai Rp5,299 triliun dari 4,870 miliar lembar saham diperdagangkan. Sebanyak 107 saham menguat, 197 saham melemah, dan 76 saham bergerak stagnan.

Kompak dengan dengan IHSG, saham Asia juga melemah dengan indeks Nikkei melemah 52,11 poin atau 0,36% menjadi 14.423,19, indeks Hang Seng turn 114,13 poin atau 0,52% menjadi 21.732,32, dan indeks Strait Times turun 0,10% menjadi 3.108,77.

Sektor pendorong IHSG mayoritas melemah, dengan sektor yang menguat terbesar adalah perdagangan yang naik 4,81 poin. Sedangkan yang melemah terdalam sektor perkebunan yang turun 65,91 poin. Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat Rp85 menjadi Rp4.800, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp100 menjadi Rp6.525 dan PT Provident Agro Tbk (PALM) meningkat Rp20 menjadi Rp420.

Sedangkan saham-saham bergerak di top losers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.150 menjadi Rp45.100, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp45 menjadi Rp4.950 dan PT Astra International Tbk (ASII) minus Rp25 menjadi Rp7.250.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 20 poin atau 0,42 menjadi 4.700,41. Pelemahan indeks BEI terjadi sejak pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks LQ45 bergerak naik 0,35 ke 789,03, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 2,39 poin ke 636,55, IDX30 naik 0,20 ke 405,07.

Tercatat pada perdagangan sesi siang kemarin, 96 saham menguat, 98 saham stagnan, dan 151 saham melemah. Telah terjadi transaksi sebesar Rp2,886 triliun dari 2,345 miliarlembar saham diperdagangkan. Di Asia, indeks Nikkei naik 44,65 poin atau 0,31% menjadi 14.519,95, indeks Hang Seng turun 25,81 poin atau 0,12% menjadi 21.820,64, dan indeks Strait Times turun 0,30 poin menjadi 3.102,42.

Sektor penggerak IHSG ditutup variatif dengan sektor yang mengalami penguatan terbesar adalah sektor perkebunan sebesar 1,2%. Sedangkan sektor yang melemah terbesar adalah sektor aneka industri 2,3%. Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat Rp60 menjadi Rp4.775, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp25 menjadi Rp13.675 dan PT Provident Agro Tbk (PALM) meningkat Rp50 menjadi Rp450. Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp875 menjadi Rp45.375, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp70 menjadi Rp4.925 dan PT Astra International Tbk (ASII) minus Rp75 menjadi Rp7.200.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 14,17 poin atau 0,30% menjadi 4.706,26. Adapun indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,67 poin (0,46 persen) ke level 788,46,”Bursa Asia, termasuk IHSG cenderung bergerak melemah seiring dengan sentimen negatif dari buruknya data indeks manufaktur di beberapa negara maju mulai dari Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, dan Uni Eropa," kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Pergerakan pasar, kata dia, juga dibayangi kekhawatiran dari potensi perlambatan ekonomi Rusia akibat sanksi dan embargo pascaaneksasi atas Crimea,”Saat ini belum ada sentimen yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar ke area positif," kata dia.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memaparkan bahwa secara teknikal potensi penguatan bagi indeks BEI masih ada jika indeks tidak menembus level batas bawah di 4.700 poin. Dalam indikator stochastic indeks BEI masih berpotensi bergerak 'mixed to up' pada hari Selasa ini untuk menguji level batas atas di 4.733 poin.

Di sisi lain, kalangan investor juga sedang menanti rilis data ekonomi Indonesia yang sedianya akan diumumkan pada pekan depan. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 64,07 poin (0,29%) ke level 21.782,38, indeks Nikkei turun 86,57 poin (0,60%) ke level 14.389,60, dan Straits Times melemah 6,35 poin (0,20%) ke posisi 3.105,62. (bani)