PNM Dorong Penciptaan Wirausaha Handal

Jember, Jawa Timur

Rabu, 26/03/2014

NERACA

Jember – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kembali menyasar wilayah Jember, Jawa Timur sebagai lokasi potensial mencetak wirausaha handal melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas usaha. Pemimpin PNM Cabang Jember, Suryaddin mengatakan para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Jember memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini yang mendorong tercapainya kinerja positif PNM di daerah tersebut.

“Kami melihat potensi para pelaku usaha untuk berkembang sangat tinggi, namun kadang terkendala kemampuan mereka dalam memaksimalkan produksi atau mengelola keuangan,” kata Suryaddin di Jember, Jawa Timur, kemarin.

Menurut dia, hal tersebut yang mendorong PNM untuk aktif menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan usaha. Pada kegiatan kali ini, PNM melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Jember serta motivator ternama guna memperkaya materi pelatihan dan wawasan nasabah. Sedikitnya 120 pelaku UMK, yang merupakan nasabah dari Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), mendapatkan pengarahan dan tips dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.

“Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) ini merupakan pelengkap dari dukungan permodalan yang telah diberikan PNM selama ini, sehingga lebih efektif dalam memperkuat fundamental ekonomi UMK,” tutur dia.

Dari sisi pembiayaan, lanjut dia, total modal yang telah dikucurkan PNM Cabang Jember sejak beroperasi pada 2009 hingga Februari 2014 telah mencapai Rp404,4 miliar, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 5.700 pelaku UMK. Modal usaha PNM Cabang Jember tersebut disalurkan melalui 25 gerai ULaMM, yang beroperasi di bawah koordinasi empat kantor klaster, yakni Banyuwangi, Jember, Besuki, dan Tanggul.

Apabila mengamati kinerja PNM Cabang PNM dalam setahun terakhir, dari sisi pembiayaan mengalami pertumbuhan 37%, dengan outstanding yang tercatat per Februari 2014 sebesar Rp153,5 miliar. Sementara dari sisi nasabah, terjadi pertumbuhan debitur sebesar Rp36% menjadi 2.799 debitur per Februari 2014.

“Sektor usaha yang paling dominan menyerap kredit ULaMM adalah sector usaha perdagangan, jasa pertanian dan industri," tambah Suryaddin.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro II PNM, Carolina Dina Rusdiana menuturkan PNM tidak hanya melihat UMKM sebagai pasar, tetapi juga aset bisnis yang harus ditingkatkan kapasitas usahanya. Karenanya, PNM secara regular aktif menyelenggarkaan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha sebagai bentuk retensi kepada nasabah.

“Pelatihan dilakukan berjenjang, baik di tingkat unit atau ULaMM, Klaster atau gabungan beberapa unit, hingga cabang,” ujar dia.

Dia menambahkan jenis pelatihan yang diberikan PNM cukup beragam. Antara lain pembekalan kemampuan teknis seperti sertifikasi Pendaftaran Industri Rumah Tangga (P-IRT), cara pengemasan, pengolahan produk, serta inovasi dan strategi pemasaran.

“Kami juga sering mengikutsertakan UMKM nasabah ULaMM dalam kegiatan pameran produk dan seminar guna memperluas wawasan dan jaringan usaha,” tutur Carolina.

Selain itu, PNM juga aktif dalam pendampingan klasterisasi industri UMKM seperti industri Rempeyek Pelemadu di Bantul, industri Keripik Singkong Solear di Tangerang, industri Keset Kain Limbah di Semarang, industri Gula Semut di Pacitan, industri Gula Kelapa Kubu Raya di Pontianak, serta industri Keripik Slondok di Magelang.

Adapun program klasterisasi berikutnya yang tengah dipersiapkan PNM meliputi industri Pengrajin Opak di Deli Serdang dan Serdang Bedagai, pengolahan Kopi Kintamani di Bangli, Kerajinan Perak dan Swarsa di Mojokerto, Rendang Telor di Payakumbuh, dan Budi Daya Ikan Hias di Depok. [mohar]