Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp 2,4 Triliun

Rabu, 26/03/2014

NERACA

Jakarta - Tidak mau kalah dengan PT Semen Baturaja Tbk yang membagikan total dividen Rp 78 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga berencana mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp407 per saham.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Soejipto mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2014 untuk dividen sebesar 45% atau Rp2,42 triliun dari laba bersih 2013 sebesar Rp5,37 triliun,”Nilai dividen tersebut setara dengan Rp407 per lembar saham. Dividen tahun ini naik 10,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp368 per saham," kata Dwi di Jakarta, Selasa (25/3).

Selain itu, pemegang saham juga menyetuji pengalokasian dana cadangan sebesar Rp2,95 triliun untuk pengembangan usaha perseroan. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2013, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp5,37 triliun atau tumbuh 10,8% dari tahun sebelumnya Rp4,84 triliun.

Adapun pendapatan Rp24,5 triliun atau naik 25% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp19,5 triliun. Sedangkan, total volume penjualan semen 27,81 juta ton, meningkat 27% dibanding 2012 sebanyak 21,9 juta ton. PT Semen Indonesia Tbk dikabarkan tengah berekspansi ke Mnyamar. Adapun, proses yang terakhir dilakukan oleh SMGR adalah penyelesaian due diligence.

Direktur Keuangan Semen Indonesia, Ahyanizzaman pernah bilang, setelah hasil due diligence usai, terdapat dua calon partner untuk diajak perseroan untuk bekerjasama dalam pembangunan pabrik semen di Myanmar,”Due diligance sudah selesai, terkait pembangunan pabrik Myanmar sudah, dan sekarang kita lagi evaluasi kembali. Dari tiga terpilih dua perusahaan asal Myanmar untuk dijadikan partner dalam pembangunan pabrik semen nanti,”ujarnya.

Ahyanizzaman melanjutkan, dua partner yang saat ini telah dilakukan oleh manajemen SMGR berasal dari Myanmar semua. Namun, SMGR pun akan melakukan seleksi kembali partner tersebut yang nantinya akan diajak bekerjasama untuk membangun pabrik.

Namun, dirinya mengaku belum bisa mengungkapkan nama-nama dari dua partner lokal SMGR. Dirinya juga belum kembali mengungkapkan mengenai penyelesaian proses tersebut,”Belum bisa kami targetkan kapan proses finalisasi selesai. Tapi, kami berharap bisa kelar tahun ini juga,”tandasnya. (bani)