Kampanye, Bisnis Rental Mobil Banjir Pesanan

Jasa Otomotif

Selasa, 25/03/2014

NERACA

Jakarta - Seiring berjalannya masa kampanye terbuka Partai Politik (Parpol) jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014, membuat pengusaha rental mobil di Jakarta kebanjiran pesanan. Tidak tanggung-tanggung, saking banyaknya pesanan, beberapa pengusaha rental mobil mengaku kewalahan menerimanya. Seperti halnya Zul (29) salah satu pengusaha rental mobil Fany di Jalan Setia Budi, yang mengaku kurun sepekan terakhir dimulainya kampanye, telah menyewakan sebanyak 12 unit mobil berbagai jenis dan merk. "Pastinya kewalahan. Karena memang kami tidak pernah dibanjiri pesanan seperti ini sebelum-sebelumnya," jelas saat dihubungi Neraca, Senin.

Kemarin saja, lanjut Zul, pihaknya kembali menerima pesanan 7 unit mobil oleh beberapa pengurus Parpol. Itu, tidak lain untuk persiapan kampanye di luar kota."Ya, total ada 19 unit mobil kami disewa dalam masa kampanye. Dan 7 unit di antaranya disewa selama sebulan dan lebihnya disewa per hari," tandas dia.

Meskipun terbilang jasa usaha rental mobil sangat dibutuhkan dalam meramaikan masa kampanye untuk mengangkut banyaknya simpatisan Parpol. Tidak membuat beberapa pengusaha rental tersebut juga memanfaatkan untuk menaikkan tarif sewaan per unit mobilnya. "Tarif tidak berubah. Masih tetap sama di harga Rp 300 ribu lepas kunci dengan lama penyewaan 24 jam dan Rp 6,5 juta selama sebulan," terang Haeruddin (32) pengusaha rental mobil lainnya.

Jika masa kampanye terbuka dimulai, pasti sejumlah pengusaha rental mobil yang ada di beberapa wilayah kebanjiran rezeki melalui pesanan. Bahkan, ada juga pengusaha yang berani langsung menambah beberapa unit mobil baru untuk direntalkan di tempat usahanya, agar tidak melewatkan kesempatan meraup rupiah. "Maklum karena memang lagi masanya. Kalau tidak, ya sebaliknya. Jadi wajar kalau semua pengusaha banyak terima pesanan," tandas Dadang (28) yang juga pengusaha rental mobil.

Disisi lain masa-masa kampanye seperti saat ini mendorong partai politik peserta pemilu 2014 untuk melengkapi para pendukungnya dengan kostum khas partainya. Besarnya jumlah pendukung, mendorong parpol untuk mencetak berbagai perlengkapannya seperti baju, spanduk, bendera dan atribut-atribut lainnya. Untuk itu, menjadi sangat penting bagi para pengusaha-pengusaha ini mengajukan tawaran terbaik kepada sejumlah partai.

Sablon kaos/spanduk/stiker/bendera partai, Seperti yang tengah dialami oleh seorang pengusaha konveksi, Abdullah Zen yang mendapat pesanan sekitar ribuan baju dari tiga parpol untuk kampanye pileg tahun ini. Dirinya mematok harga sekitar 55 ribu – 150 ribu per baju sesuai dengan modelnya. Dari usaha ini, ia mengaku dapat menghasilkan keuntungan hingga mencapai 15 persen dari hari biasanya.

Rental mobil, Masa pelaksanaan kampanye terbuka juga sangat berimbas pada bisnis rental mobil dan jet. Meski diberitakan bahwa bisnis rental jet sepi pemesan, namun tampaknya rentan mobil justru banjir peminat. Hal ini dialami oleh Andrianto (40), seorang pengusaha mobil asal Kota Padang mengaku sebanyak 12 mobilnya laris disewa partai politik selama masa kampanye terbuka, termasuk truk dengan bak terbuka. Andrianto mematok harga sewa dengan sistem paket (tambahan sopir) atau non paket (hanya sewa) dimulai dari 300 ribu per hari.

Pesan katering ,Tak ketinggalan pula dengan usaha katering yang juga mengalami dampak baik yang signifikan akibat kampanye terbuka partai-partai politik. Tak sedikit dari parpol yang bahkan secara eksklusif memberi pelayanan bagi para pendukungnya dengan menyediakan makanan baik kue, minuman hingga nasi kotak. Hal inilah yang menjadi peluang bagi para penyedia pemesanan katering.

Sewa Panggung, Anton, pengusaha penyewa panggung asal Bandung juga turut menikmati hujan rezeki di masa kampanye ini. Mengapa tidak, Ia mengaku mampu mengumpulkan keuntungan hingga 300 persen dibanding di hari biasanya. Untuk tarif, Anton mematok sebesar 3 juta rupiah per 8 jam pemakaian panggung yang dilengkapi dengan sound system.

Tingginya tingkat pemesan ternyata tidak menjamin besarnya keuntungan yang didapat. Pasalnya, para pengusaha mengaku kerap rugi lantaran tak sedikit dari partai politik dan calon legislatif bermain curang dengan tidak membayar pesanan secara penuh. Untuk mengatasinya, para pengusaha pun dengan cerdas memberlakukan pembayaran di muka.

Selain di sektor otomotif, masa kampanye pemilu 2014 membawa berkah bagi beberapa sektor bisnis di Indonesia, salah satunya bisnis perhotelan. Hotel-hotel yang memiliki tempat pertemuan rapat atau ballroom, laris manis disewa partai dan instansi pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Wiryanti Sukamdani mengungkapkan, pada awal tahun yang biasanya low season bagi industri perhotelan, pada tahun ini justru mengalami peningkatan. Dia mengatakan, pada awal kampanye ini sudah terlihat peningkatan yang signifikan. "Januari-Februari kemarin peningkatannya bisa sampai 10% lebih," ujar Wiryanti di Jakarta, akhir pekan lalu.

Wiryanti menjelaskan, peningkatan tersebut terjadi merata hampir di setiap daerah. Calon legislatif dan partai yang berkampanye mendominasi peningkatan tersebut. "Itu sekarang hampir semuanya yang menggunakan ruang pertemuan di hotel, partai ataupun pemerintahaan yang ngurusin pemilu," tambahnya.