Semen Baturaja Bagikan Dividen Rp 78 Miliar

Selasa, 25/03/2014

NERACA

Jakarta – Menyusul pesaingnya yang juga membagikan dividen, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berencana membagikan sebagian keuntungan bagi hasil ke pemegang saham dalam bentuk dividen sebesar Rp78,04 miliar atau 25% dari laba bersih tahun 2013 senilai Rp312,18 miliar.

Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo mengatakan, sesuai keputusan rapat umum pemeganag saham tahunan (RUPST) menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun 2013,”Dividen ini diberikan dengan porsi untuk pemerintah sebesar 76,24% atau Rp59,5 miliar dan publik sebesar 23,76% atau Rp18,5 miliar," katanya di Jakarta, kemarin

Dalam RUPST tersebut juga disetujui penggunaan laba bersih sebagai cadangan sebesar 75% dari laba bersih atau Rp234,1 miliar. Selain itu, pemegang saham juga memberikan wewenang dan kuasa kepada direksi perseroan dengan hak subtitusi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2013 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Disamping itu, hasil rapat umum pemegang saham juga memberikan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan pemegang saham seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk tahun buku 2013 serta menetapkan gaji/honorarium, tunjangan dan fasilitas bagi direksi dan dewan komisaris untuk tahun buku 2014,”Manajemen perseroan juga melaporkan pengunaan dana hasil penawaran umum perdana saham dan pelaksanaan program MESOP," pungkasnya.

Pada tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih seebesar Rp312,18 miliar. Angka ini tumbuh 4,6% dibanding tahun sebelumnya senilai rp298.51 miliar. Tahun ini, perseroan rencanakan membangun pabrik baru ketiganya di wilayah Jambi dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun.

Saat ini, rencana pembangunan pabrik tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan. Lahan yang akan dibebaskan mencapai 5.000 hektar (ha) dan lahan yang baru dibebaskan sekitar 500 ha senilai Rp50 miliar. Kapasitas produksi dan investasi pabrik baru di Jambi akan disamakan dengan pembangunan Pabrik Baturaja II yang berlokasi di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sedangkan, pabrik kedua tersebut masih dalam proses persiapan pembangunan.

Disebutkan, kapasitas pabrik Jambi sekitar 1,85 juta ton per tahun. Untuk pendanaan ekspansi tersebut, perseroan memiliki banyak cara, seperti penerbitan obligasi, rights issue ataupun pinjaman perbankan. Meski demikian, perseroan masih belum memutuskan langkah apa yang akan diambil. Selain itu, perseroan pada tahun ini siap menyuntikkan dana sekitar Rp600 miliar untuk tahap awal pembangunan pabrik semen Baturaja II yang berlokasi di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Nantinya, alokasi dana ini nantinya akan digunakan untuk pembayaran uang muka pembangunan proyek pabrik kedua. (bani)