Ciputra Tawarkan Kupon Obligasi HIngga 13%

Selasa, 25/03/2014

NERACA

Jakarta -Anak usaha PT Ciputra Development Tbk (CTRA), yaitu PT Ciputra Residence menawarkan kupon di kisaran 11,4%-13% untuk obligasi senilai Rp500 miliar yang akan diterbitkan perusahaan. Rencananya, perseroan akan menerbitkan obligasi ini dalam tiga seri pokok. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (24/3).

Disebutkan, Obligasi I Ciputra Residence tahun 2014 seri A bernilai Rp200 miliar berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat bunga 11,4%. Sementara untuk seri B ditawarkan dengan nilai pokok Rp220 miliar dan memiliki jangka waktu 5 tahun dengan tingkat bunga sebesar 12,4%, dan seri C bernilai Rp80 miliar berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat bunga 13,0%.

Pihak manajemen menegaskan, bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga. Adapun pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 2 Juli 2014. Sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter), perseroan telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.

Obligasi ini telah mendapat tanggal efektif pada 21 Maret 2014, dan akan ditawarkan mulai tanggal 25-27 Maret 2014. Tanggal penjatahan pada 28 Maret 2014 dan akan dicatatkan di BEI pada 3 April. Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi tersebut, sebelumnya diungkapkan pihak manajemen akan digunakan untuk modal ekspansi perseroan di bidang real estate.

Sementara itu, untuk dana belanja modal atau capital expenditure (capex), CTRA menganggarkan dana sekitar Rp1,5 triliun, lebih kecil dibandingkan 2013 yang sebesar Rp2 triliun. Dana ini antara lain akan digunakan perseroan untuk pengembangan Ciputra World II. "Dananya lebih banyak pinjaman, dan ada internal kami. Ini untuk pengembangan dan pembangunan Ciputra World II," kata Direktur Keuangan Ciputra Development Tulus Santosa.

Tahun ini, CTRA diprediksi mampu mempertahankan tren peningkatan penjualan unit properti (marketing sales) menjadi sekitar Rp 8,3 triliun. Sedangkan pendapatan dan laba bersih diprediksi tumbuh masing-masing menjadi Rp 6,61 triliun dan Rp 1,18 triliun.

Analis CIMB Securities Lydia Toisuta dalam risetnya menilai, Ciputra diuntungkan oleh strategi pasar yang fokus pada segmen masyarakat kelas menengah. “Kami meyakini strategi pasar yang memfokuskan pengembangan property rumah tapak dan segmen pasar kelas menengah bisa menjadi bantalan bagi perseroan untuk menghadapi tren penurunan permintaan properti akibat kenaikan tingkat suku bunga,” jelasnya. (lia)