Tiga Pilar Bakal Bangun Pabrik Beras di Surabaya

Investasikan Dana Rp 380 Miliar

Selasa, 25/03/2014

NERACA

Sragen – Perkuat bisnis beras, perusahaan makanan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) melalui anak usahanya PT Sukses Abadi Karya Inti (SAKTI) terus agresif membangun pabrik beras baru. Sukses membangun pabrik beras SAKTI di Sragen Jawa Tengah, kedepan perseroan bakal membuka pabrik beras di Surabaya Jawa Timur.

Wakil Direktur dan juga Direktur Keuangan TPS Food, Sjambiri Lioe mengatakan, tahun ini perseroan bakal membangun pabrik beras lagi di Surabaya Jawa Timur, “Saat ini perseroan sudah memiliki gudang beras dan kedepan akan di bangun pabrik beras lagi dengan kapasitas produksi 400 ribu ton,”ujarnya di Sragen, Senin (24/3).

Namun sayangnya, dirinya belum mau menjelaskan ditel rencana tersebut. Hanya saja diperkirakan pembangunan pabrik beras baru tersebut akan rampung di awal tahun 2015. Asal tahu saja, hingga tahun 2020, perseroan menargetkan mampu memproduksi 2 juta ton beras atau setara 5% dari pasar beras nasional dengan kapasitas lahan seluas 800 ribu hektar. Oleh karena itu, guna mendukung target tersebut, perseroan setidaknya membutuhkan 16 sampai 18 pabrik baru dan pembangunan pabrik di Sragen dan Surabaya merupakan salah satunya.

Disamping itu, guna memenuhi target tersebut, perseroan juga akan bekerjasama dengan 2,6 juta petani. Kata Sjambiri Lioe, untuk pembangunan pabrik beras baru di Surabaya, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 380 miliar dengan sumber pendanaan sebesar 65% pinjaman bank dan sisanya dari kas internal. Disebutkan dalam pipe line perseroan, ada target tiga pembangunan pabrik baru beras yaitu di Sulawesi untuk distribusi Indonesia kawasan timur, Lombok dan Surabaya.

Sementara Presiden Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Joko Mogoginta menambahkan, ekspansi pembangunan pabrik beras dimaksudkan untuk meningkatkan kontribusi pendapatan divisi beras terhadap total pendapatan induk menjadi Rp 3,5 triliun dari target total pendapatan tahun ini sebesar Rp 5,5 triliun, “Saat ini pendapatan usaha perseroan masih ditopang divisi makanan yang mencapai Rp 2,5 triliun, perkebunan sawit Rp 200 miliar dan sisanya divisi beras,”paparnya.

Lanjutnya, dengan diresmikannya pabrik beras SAKTI, diharapkan laba bersih perseroan bisa tumbuh 11% dari pencapaian laba perseroan 2013 sebesar Rp 312 miliar. Dirinya menegaskan, alasan perseroan masuk divisi beras karena merupakan bisnis utama perseroan, disamping ambisi perseroan membangun komoditas pangan beras dengan memiliki brand yang kuat.

Oleh karena itu, guna menciptakan produksi beras dengan kualitas dan reedmen yang tinggi, perseroan akan membeli gabah kering dari petani dengan hasil kualitas baik disamping menggunakan teknologi canggih asal Jepang, Satake Corporation. Selain itu, harga yang dibeli juga diatas harga pasaran,”Kita akan membeli harga gabah petani lebih tinggi dari harga pasaran untuk menarik hasil gabah petani,”ujarnya.

Disamping itu, dalam rangka menciptakan kualitas produksi beras yang bagus diperlukan pula penyimpanan yang teratur dan memastikan suplai gabah kering panen yang berkesinambungan. Maka dari itu, perseroan bekerjasama Patnership for Indonesia Sustainable Agriculture untuk membina petani di Sragen.

Sebagai informasi, pabrik beras SAKTI di Sragen memiliki kapasitas produksi beras sebesar 240 ribu ton beras per tahun yang membutuhkan bahan baku sebanyak 450 ribu ton gabah kering panen atau setara dengan luasan saham 40 ribu hektar yang dipanen dua kali setahun. Pabrik beras SAKTI merupakan pabrik beras ketiga di lingkungan PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk, menyusul dua pabrik sebelumnya PT Jatisari Sri Rejeki di Cirakang dan PT Indo Beras Unggul di Cikampek yang masing-masing mempunyai kapasitas produksi beras 120 ribu ton. (bani)