Sedang Dikaji Pengangkatan Pegawai Honorer

Sedang Dikaji Pengangkatan Pegawai Honorer

Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, pemerintah akan segera mengangkat pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut Mangindaan, pemerintah akan mengangkat tenaga honorer yang tercatat sejak 2005. "Jadi yang sebelum 2005, kita angkat yang memenuhi syarat. Sesudah itu tidak ada honorer lagi," katanya.

Berdasarkan catatan pemerintah, PNS yang bekerja untuk hal-hal administratif sudah cukup banyak. "Yang teknis-teknis yang kita perlukan, teknis penyuluh lapangan, pertanian, medis, penyuluh kesehatan, pertanian, guru, dan sebagainya," kata Mangindaan menambahkan.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan verifikasi data dan sudah memasuki tahap akhir dan akan selesai dalam waktu dekat. Alasannya, pemerintah perlu memperhitungkan kebutuhan PNS, ketersediaan anggaran, dan penyelarasan segala aturan peerundangan yang terkait. "Jadi prinsipnya para honorer itu akan diangkat yang memenuhi syarat semua karena masih diverifikasi sesuai PP yang lalu. Kemudian yang kedua, anggaran kita perhitungkan. Ketiga, peraturan-peraturan terkait dengan itu harus sejalan, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan segera selesaikan," katanya.

Menurut Mangindaan, kebijakan pengangkatan pegawai honorer itu tidak bertentangan dengan kebijakan moratorium (penundaan) penerimaan PNS. Intinya, moratorium PNS berarti penerimaan PNS tidak boleh melebihi jumlah PNS yang pensiun. Adapun pegawai honorer adalah mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tertentu dan sudah bekerja, namun belum diangkat menjadi PNS.

Mangindaan menjelaskan, jumlah PNS di Indonesia mencapai sekitar 4,7 juta. Idealnya, kata Mangindaan, jumlah PNS adalah 1,8 persen dari jumlah penduduk suatu negara. **cahyo

BERITA TERKAIT

KPK: Penanganan Perkara Penganiayaan Pegawai Semakin Terang

KPK: Penanganan Perkara Penganiayaan Pegawai Semakin Terang NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Polda Metro Jaya sudah memeriksa…

Periode Januari 2019, Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil - Heri Sihombing: Monitoring Selalu Melibatkan Pegawai Kemendag

Periode Januari 2019, Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil Heri Sihombing: Monitoring Selalu Melibatkan Pegawai Kemendag NERACA Sukabumi -…

Wadah Pegawai KPK Bentuk Rantai Manusia Solidaritas Kasus Penganiayaan

Wadah Pegawai KPK Bentuk Rantai Manusia Solidaritas Kasus Penganiayaan NERACA Jakarta - Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) aksi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Rp12.000, LRT akan Beroperasi April 2021

  NERACA Jakarta – PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan kereta ringan Jabodebek (LRT) menyampaikan bahwa progres pembangunan LRT telah…

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

Stasiun Cisauk jadi Daya Tarik Investasi Properti

  NERACA Jakarta - Keberadaan Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang ini, setiap harinya melayani sekitar 6.200 penumpang dengan 132 perjalanan KRL…