Tingkat Hunian Hotel Naik 10% di Musim Kampanye

Geliat Bisnis Jelang Pemilu

Senin, 24/03/2014

NERACA

Jakarta - Masa kampanye pemilu 2014 membawa berkah bagi beberapa sektor bisnis di Indonesia, salah satunya bisnis perhotelan. Hotel-hotel yang memiliki tempat pertemuan rapat atau ballroom, laris manis disewa partai dan instansi pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Wiryanti Sukamdani mengungkapkan, pada awal tahun yang biasanya low season bagi industri perhotelan, pada tahun ini justru mengalami peningkatan.

Dia mengatakan, pada awal kampanye ini sudah terlihat peningkatan yang signifikan. "Januari-Februari kemarin peningkatannya bisa sampai 10% lebih," ujar Wiryanti di Jakarta, akhir pekan lalu.

Wiryanti menjelaskan, peningkatan tersebut terjadi merata hampir di setiap daerah. Calon legislatif dan partai yang berkampanye mendominasi peningkatan tersebut. "Itu sekarang hampir semuanya yang menggunakan ruang pertemuan di hotel, partai ataupun pemerintahaan yang ngurusin pemilu," tambahnya.

Puncak keemasan industri perhotelan tahun ini, menurutnya, ada di pertengahan tahun, disaat masa kampanye tetap berlangsung berbarengan dengan adanya liburan sekolah. Pada saat itu keuntungan yang diraup para pengusaha industri ini dapat meningkat signifikan.

Peningkatan hunian hotel sangat bergantung pada peningkatan penerbangan. Pada masa liburan pasti akan diikuti oleh peningkatan moda transportasi udara."Itu juga bisa potensi peningkatan yang cukup besar," ungkapnya.

Terkait dengan tarif yang ditawarkan, menurutnya hal tersebut merupakan kebijakan hotel masing-masing. Dunia perhotelan, lanjut dia tidak mengeluarkan paket-paket khusus untuk kebutuhan kampanye.

Ketika ditanya berapa peningkatan tarif yang ditetapkan, dirinya enggan untuk menjabarkan. "Tapi yang jelas gini ya harga, tarif kan tergantung supply dan demand, kalau sekarang itu pasti naik," kata Wiryanti.

Bisnis industri perhotelan di Tanah Air masih menjanjikan dan mengiurkan. Pertumbuhannya diprediksi bakal meningkat hingga tiga kali lipat di tahun ini.

Sebelumnya, Pada 2012 lalu terdapat 15,3 ribu hotel di seluruh Indonesia. Menurut Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Yanti Sukamdani, pesatnya jumlah pertumbuhan hotel di Indonesia disebabkan kunjungan wisatawan ke Tanah Air terus meningkat, baik wisatawan lokal maupun asing.

"Dari survei yang dilakukan Horwarth HTL aktivitas traffic turis domestik dan mancanegara, khususnya Asia Pasifik setiap tahun mengalami kenaikan sembilan hingga 13 persen. Kami memprediksi jumlah hotel pada tahun ini akan meningkat hingga tiga kali lipatnya, akan ada 50 ribu kamar hotel baru dari berbagai kelas," urai Yanti.

Dijelaskannya bahwa investasi untuk satu kamar hotel bintang empat sekitar 100 ribu sampai 150 ribu dollar AS tergantung dari fasilitas yang diberikan. Sedangkan untuk satu kamar hotel bintang tiga sekitar 75 ribu sampai 100 ribu dollar AS. Untuk budget hotel yang non bintang mencapai 250 hingga 400 juta rupiah. "Tahun ini penambahan hotel baru, kebanyakan dari hotel berbintang tiga dan lima, dengan lokasi terbanyak di Jakarta, Bandung, Bali dan Balikpapan," kata Yanti.