Tahun Politik, Tahun Terberat Bagi Obligasi

Senin, 24/03/2014

Ditahun politik, terlebih musim pemilihan umum (Pemilu) sudah menjadi hal wajar jika para investor lebih mengambil sikap wait and see dalam menginvestasikan dananya dalam berbagai bentuk portofolio investasi. Hal inilah yang menjadi alasan bagi Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), pasar surat utang atau obligasi di Tanah Air memasuki masa yang cukup berat,”Ini akan lebih berat untuk pasar obligasi pemerintah dibandingkan obligasi korporasi,”kata Direktur IBPA Wahyu Trenggono di Jakarta, kemarin.

Menurut Wahyu, karena tingkat suku bunga surat utang pemerintah dinilai masih lebih rendah dari obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan. Dia mencontohkan, saat ini SUN rata-rata suku bunganya 8,5 hingga 9% sementara sukuk pemerintah sebesar 8,75% dan deposito di LPS 7,25%. Kemudian obligasi korporasi suku bunganya rata-rata di angka 10-11%.

Lanjut Wahyu mengungkapkan, dengan persaingan tingkat suku bunga tersebut, obligasi yang dikeluarkan pemerintah bakal makin ketat persaingannya saat ini,”Jadi kalau dijual sekarang, sukuk atau surat utang pemerintah nggak begitu bagus, jadi pemerintah harus meningkatkan suku bunga tapi ini jadi membebani APBN karena harus bayar bunga tinggi," pungkasnya. (bani)