Awal Pekan, IHSG Masih Berpeluang Menguat

Senin, 24/03/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat tipis 11 point. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama karena fluktuasi indeks yang akhirnya perdagangan sesi pertama terkoreksi. Untung saja, diakhir perdagangan indeks sempat bangkit dan berhasil ditutup menguat tipis 1,24 poin atau 0,03% ke posisi 4.700,22. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 0,35 poin (0,04%) ke level 789,03.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pergerakan indeks BEI pada akhir pekan cukup berfluktuasi dan ditutup mendatar, sebagian pelaku pasar yang masih melakukan aksi jual menahan penguatan indeks BEI,”Pelaku pasar asing yang kembali melanjutkan aksi lepas saham menjadi salah satu penahan penguatan indeks BEI,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dalam data BEI, tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp349,684 miliar. Berikutnya, kata Reza, indeks BEI Senin awal pekan masih berpeluang menguat jika volume beli meningkat dan kondisi itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan transaksi jangka pendek.

Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 227.529 kali dengan volume mencapai 4,63 miliar lembar saham senilai Rp6,68 triliun. Tercatat, efek yang bergerak naik sebanyak 173 saham, yang melemah 122 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 103 saham.

Berikut daftar saham yang masuk jajaran Top Losers yakni, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) turun Rp 2.900 ke level Rp 13.100, PT Matahari Putra Prima Tbk (LPPF) turun Rp 700 ke level Rp 12.900, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp 500 ke level Rp 1.007.900 dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) turun Rp 500 ke level Rp 5.650.

Sementara daftar saham yang masuk jajaran Top Gainers yakni, PT Merck Tbk (MERK) naik Rp 5000 ke level Rp 200.000, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 1.475 ke level Rp 24.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp 650 ke level Rp 46.100 dan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) naik Rp 550 ke level Rp 13.050

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 254,54 poin (1,20%) ke level 21.436,70, indeks KOSPI naik 15,42 poin (0,80%) ke level 1.934,94 dan Straits Times menguat 16,19 poin (0,53%) ke posisi 3.073,39.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 4,66 poin atau 0,1% di 4.694,31.Di tengah perdagangan, 140 saham menguat, 129 saham melemah, dan 82 saham bergerak stagnan. siang ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp2,98 triliun dari 2,61 miliar lembar saham diperdagangkan.

Sementara itu, saham Asia ditutup menguat, indeks Hang Seng naik 35 poin atau 0,2% menjadi 21.218, dan indeks Straits Times naik 0,6% menjadi 3.075. Indeks LQ45 melemah 0,63 poin atau 0,1% menjadi 788,05, Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah 1,27 poin atau 0,2% menjadi 635,43, dan IDX30 turun 0,37 poin atau 0,1% menjadi 404,50.

Sektor penggerak IHSG ditutup beragam, dengan pelemahan tertinggi di sektor macam industri sebesar 0,8%, sektor keuangan 0,5%. Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp450 atau 2,3% ke Rp20.200, PT Indoment Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp400 atau 1,7% ke Rp23.550, dan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) naik Rp250 atau 2% ke Rp12.750.

Sedangkan saham-saham bergerak di top losers, PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) turun Rp225 atau 2,9% ke Rp7.475, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp200 atau 1,5% ke Rp13.400, dan saham PT Supreme Cable Manufacturing Corp Tbk (SCCO) turun Rp200 atau 4,35 ke Rp4.400.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 21,21 poin atau 0,45% menjadi 4.720,19. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,99 poin (0,38%) ke level 791,68,”Faktor teknikal mendorong indeks BEI kembali berada di area positif, beberapa saham yang mengalami tekanan berpeluang 'rebound'," ujar analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menuturkan, sektor saham yang berpotensi mengalami penguatan yakni perbankan, semen, konstruksi dan Astra International (ASII). Dari eksternal, lanjut dia, pasar masih mengantisipasi ketegangan antara Rusia dan AS paska pernyataan Presiden Obama akan kembali menerapkan sangsi dan embargo kepada elemen penting ekonomi Rusia.

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa investor akan kembali masuk ke pasar dan menyasar saham-saham yang secara valuasi sudah murah akibat tekanan pada perdagangan kemarin. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 57,91 poin (0,27%) ke level 21.240,07, indeks Nikkei turun 238,29 poin (1,65%) ke level 14.224,23 dan Straits Times menguat 11,83 poin (0,39%) ke posisi 3.068,47. (bani)