Dana CSR Untuk Kepentingan Riset

Sabtu, 29/03/2014

Tidak jarang riset di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia terhambat lantaran masalah pendanaan. Hal ini tentunya sangat disayangkan mengingat teknologi dan riset di berbagai bidang dapat menjadi pijakan dalam menumbuhkan sektor industri sekaligus mendorong kemajuan perekonomian bangsa. Maka dari itu, demi mengatasi minimnya dana riset tersebut, kerja sama antara pihak swasta dengan institusi pendidikan merupakan salah satu solusi yang dapat ditempuh.

NERACA

Setiap Perguruan Tinggi (PT) harus mempunyai riset unggulan. Paling tidak, satu riset unggulan. Sayangnya, hingga kini, PT yang memiliki riset unggulan di Indonesia masih terbilang cukup minim. Bagaimana tidak? Dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan perguruan tinggi masih dilakukan dengan dana yang terbatas.

Maka dari itu, mau tidak mau perguruan tinggi pun menjalin jejaring kemitraan kerja sama riset dengan industri untuk mengatasi minimnya dana riset tersebut. Pasalnya, banyak dana perusahaan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka yang diperluas jangkauannya hingga ke penyelenggaraan pendidikan, terutama untuk riset.

Seperti yang tengah dilakukan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) misalnya. Melalui program bernama Indofood Riset Nugraha (IRN), Indofood memberikan bantuan dana untuk kegiatan riset di bidang pangan, terutama berkaitan dengan peningkatan kualitas pangan, serta penganekaragaman pangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Setiap tahun, dipilih tema yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi dalam masyarakat. Bantuan diberikan kepada para mahasiswa Strata–1 (S-1) yang sedang menyelesaikan skripsinya. Sejak program ini ini diluncurkan tahun 2006, sudah ada sebanyak lebih dari 4.138 proposal riset yang diajukan mahasiswa, dosen dan peneliti dari berbagai lembaga penelitian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 461 proposal dinyatakan layak didanai IRN.

Untuk tahun ini, dalam program penelitian IRN periode 2014-2015 yang bertemakan “Mencerdaskan Bangsa Melalui Penganekaragaman Pangan Berbasis Sumber Daya Laut dan Darat”, Indofood kembali mengajak mahasiswa S-1 di Indonesia untuk memberikan kontribusinya bagi ketahanan pangan dan kecukupan gizi bangsa.

Prof FG Winarno, ketua Tim Pakar IRN menjelaskan bahwa tema mengenai potensi pangan berbasis sumber daya laut secara khusus diangkat mengingat luasnya lautan di Indonesia mencapai sekitar 70%. Selain itu Indonesia juga merupakan wilayah Mega-Biodiversity terbesar di dunia yang memiliki 8.500 species ikan, 550 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang.

“Sumber pangan ini memiliki kandungan gizi lengkap seperti protein, asam amino, lemak, vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh dan mudah diserap oleh tubuh manusia. Di sisi lain, secara ekonomis memiliki nilai yang sangat tinggi,” ujar dia

Peluncuran program ini telah dilaksanakan di Jakarta pada 21 Januari 2014 lalu dan dilanjutkan dengan sosialisasi program ke 4 universitas yakni Universitas Makassar, Universitas Sriwijaya, Universitas Mulawarman dan Universitas Negeri Papua.

Bagi mahasiswa S-1 yang berminat menjadi peserta IRN harus melengkapi beberapa syarat, yakni mengirimkan proposal penelitiannya dan menyerahkan ke panitia paling lambat 16 April 2014. Persyaratan lain adalah proposal riset harus dalam rangka menyelesaikan tugas akhir atau skripsi, melampirkan transkrip nilai terakhir, jangka waktu penelitian paling lama 1(satu) tahun, menyertakan riwayat hidup lengkap mahasiswa dan dosen pembimbing serta riset dilakukan di Indonesia. Seluruh proposal tersebut akan menjalani proses seleksi mulai dari seleksi administratif hingga materi riset oleh Tim Pakar IRN.

Pemberian dana riset tidak hanya dilakukan oleh Indofood saja. Beberapa waktu lalu, PT Unilever Indonesia Tbk juga memberikan dana riset kepada 14 fakultas kedokteran gigi di 10 kota di Indonesia dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Dana riset diberikan kepada Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Prof Dr. Moestopo, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hangtuah Surabaya, Universitas Mahasaraswati, Universitas Baiturrahmah, Universitas Jember, Universitas Airlangga, dan Universitas Sam Ratulangi.

Tak berhenti untuk mahasiswa S-1, di awal tahun 2014 ini Unilever turut mendukung mahasiswa S-2 dengan gelar sarjana yang relevan di bidang teknik, kimia atau biologi untuk belajar di Cranfield University dengan beasiswa riset selama satu tahun. Penerima beasiswa mengikuti pelatihan di Ghana atau Inggris, diikuti dengan percobaan teknologi hasil riset selama 10 bulan di Ghana. Proyek riset mahasiswa ini meliputi pengujian teknis dari tiga kandidat teknologi buatan mahasiswa di Kumasi, Afrika, dan mengevaluasi hasilnya untuk menentukan teknologi yang dipilih.