Industri Reksa Dana Targetkan Tumbuh 20%

Jumat, 21/03/2014

NERACA

Jakarta –Seiring makin membaiknya kinerja industri reksa dana yang ditopang fundamental ekonomi yang baik, maka diperkirakan investasi ini kedepan masih akan tetap menjanjikan dengan penawaran keuntungan yang besar. Tak ayal, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menargetkan dapat meningkatkan investor reksa dana pada tahun ini sekira 15-20%. Saat ini jumlah investor reksa dana sekira 180 ribu dengan dana kelolaan sekira Rp200 triliun.

Ketua APRDI, Denny Taher mengatakan, pihaknya optimis dana kelola industri reksa dana akan terus tumbuh, “Kami di APRDI sudah bikin blue print untuk pengelolan investasi reksa dana hingga 2017. Di tahun itu pertumbuhan hingga 5 juta dengan dana kelola Rp1.000 triliun,”paparnya di Jakarta, Kamis (20/3).

Menurut Denny, dengan target tersebut pihaknya akan menyiapkan banyak program dan peraturan guna menyederhanakan transaksi untuk investor reksa dana,”Blue print ini perlu didukung dengan beberapa perubahan regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang saat ini peraturan OJK mendukung ini," kata Denny.

Denny menjelaskan, salah satu hal yang perlu diubah regulasinya adalah mengenai peraturan transaksi. Apabila dipermudah, akan banyak masyarakat investasi di reksa dana."Sementara itu, regulasi yang perlu ditinjau ulang adalah mengenai kebijakan dalam melakukan reporting. Akan lebih efisien, kalau menggunakan kertas-kertas itu menambah biaya, dan menjadi mahal," tutupnya.

Kata Denny, pertumbuhan AUM di tahun lalu cenderung melaju flat. Hal ini disebabkan adanya volatilitas pasar. Namun, di awal tahun memang industri reksa dana melaju pesat di awal tahun. Dirinya mengakui, memang pada tahun 2017 industri reksa dana ditargetkan akan mengelola dana sebesar Rp1.000 triliun. Target tersebut juga akan dibarengi dengan target lima juta investor di tahun yang sama.

Kini AUM rata-rata 15% per tahunnya. Saat ini, rata-rata investor bertransaksi sebesar Rp1,5 miliar per hari. Menurut Denny, angka tersebut mencerminkan bahwa industri reksa dana belum diramaikan oleh investor ritel dengan kelas ekonomi menengah kebawah melainkan masih kelas ekonomi menengah ke atas,”Reksadana saat ini belum ritel, kebanyakan masih nasabah-nasabah prioritas, tapi kami prioritaskan ritel yang juga mempunyai dana yang besar,” katanya.

Kedepannya industri reksa dana akan semakin berumbuh dengan pesat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah yang semakin besar. Dengan ini industri reksa dana akan semakin ramai dibanding investor reksa dana yang hanya sebesar 180 ribu investor.

Rencana dan target Rp1.000 triliun dana kelolaan ini ditargetkan mengingat jumlah aset perbankan sebesar Rp5.400 triliun sementara aset industri reksadana hanya dibawah Rp5 persen. Saat ini jumlah Waperd (Wakil Agen Penjual Efek Reksadana) sebesar 12 ribu di insutri reksadana,”Untuk menambah Waperd jalur distribusi harus diperlebar dan lebih banyak. Karena tidak mungkin capai 5 juta sampai hal-hal itu terselesaikan,"paparnya. (bani)