Perkuat Armada, Lorena Bidik Dana Rp 153,7 Miliar

Harga IPO Ditawarkan Rp 825 Per Saham

Jumat, 21/03/2014

NERACA

Jakarta – Setelah sempat tertunda rencana penawaran saham perdananya, akhirnya perusahaan transportasi PT Eka Sari Lorena Transport (Lorena) mengantungi izin penawaran saham prendana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam aksi korporasi ini, perseroan membidik dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offring (IPO) sebesar Rp125,75 miliar sampai Rp153,75 miliar.

Dirut PT Eka Sari Lorena Transport Tbk, G.T. Soerbakti mengatakan, jumlah saham yang akan dilepas ke publik sebanyak 150 juta lembar saham atau sebesar 42,86% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Menurut Soebakti, kisaran harga saham yang ditawarkan antara Rp825-Rp1.025 per lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp500,- per saham. Adapun, dalam pelaksanaan IPO perseroan telah menunjuk PT Valbury Asia Securities selaku penjamin pelaksana emisi efek,”Dengan adanya IPO ini diharapkan dapat menjadi tambahan dana bagi perseroan untuk terus mengembangkan bisnis transportasi darat ini,”katanya di Jakarta, Kamis (20/3).

Dia menuturkan, dana hasil IPO yang diperkirakan sekitar Rp150 miliar digunakan untuk, 81% untuk pengembangan investasi baru armada bus AKAP, dan APTB serta rekondisi bus lama, 16% untuk fasilitas atau infrastruktur depo dan workshop Busway Transjakarta di Ceger, Jakarta Timur. "Lalu, tiga persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan," ucap dia.

Bersamaan dengan IPO, kata Soerbakti, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 30 juta Waran Seri I. Waran Seri I ini akan diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat di DPS Penjatahan secara cuma-cuma dengan ketentuan bahwa setiap 5 saham yang namanya tercatat dalam DPS Penjatahan akan memperoleh 1 (satu) Waran Seri I,”Perseroan juga melaksanakan program Employee Stock Option (ESA) sebanyak-banyaknya 1% dari total saham yang dilepas ke publik, serta program Management dan Employee Stock Option Plan (MESOP) sebanyak-banyaknya 11.655.000 saham baru dari portepel,”paparnya.

Sebagai informasi, perseroan menargetkan dapat menambah sebanyak 1.000 armada bus baru dari tiga tahun mendatang atau hingga tahun 2017. Penambahan ini tidak terlepas dari potensi pasar transportasi darat yang meningkat.

Senior Advisor Dwi Rianta Soebakti mengatakan, perkuat bisnis tranportasi akan ditambah 1000 armada. Hal ini pun didukung saat ini perseroan telah menandatangani MoU dengan pihak Mercedes Benz untuk pengadaan bus sebanyak 500 armada,”Saat ini kami telah memiliki sebanyak 250 bus Lorena Transport. Kami juga telah tanda tangani untuk pemesanan sebanyak 500 bus ke Mercedes Benz, yang juga untuk tiga tahun kedepan," ucapnya.

Perseroan juga telah melakukan efisiensi pada armada busnya, terutama untuk segmen Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Akibatnya, margin pendapatan usaha perseroan pada 2013 tidak turun terlalu banyak, “Karena busnya sudah tua juga, kita beli spare parts buat perawatan secara berkala,”kata Dwi Rianta Soebakti.

Dia menuturkan, tahun lalu armada yang cukup tua mempengaruhi jadwal keberangkatan dan kedatangan. Meski demikian, dia membantah keterlambatan tersebut lantaran bus yang digunakan sudah tua. "Karena ini kan transportasi darat, pasti kena macet walaupun adanya penambahan armada baru," tambah dia.

Dwi menjelaskan, dengan menukar kendaraan yang berusia 20 tahun, diharapkan margin pendapatan perusahaan semakin meningkat seiring adanya penurunan beban pendapatan akibat perawatan secara berkala. "Opsi ini menjadi alternatif bagi kami, makanya kami melakukan sejumlah peremajaan di sejumlah bus lintas provinsi " ucapnya.

Dengan melakukan peremajaan ini, maka margin pendapatan Lorena akan mencapai 11% pada tahun ini. Sedangkan pada tahun sebelumnya, margin pendapatan Lorena hanya mencapai 9%. "Dengan efisiensi ini, kami targetkan akan semakin membaik margin pendapatannya,”tandasnya. (bani)