Tol Cijago Terhambat Pembebasan Lahan Senilai Rp250 M

Kota Depok

Jumat, 21/03/2014

Depok - Proyek Tol Cijago tertunda lagi, kendati Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto telah mencanangkan dimulainya pembangunan sesi Tahap II yang hanya dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan Beji. Hal ini akibat belum dibebaskannya lahan yang hanya memerlukan dana sekitar Rp250 miliar. Padahal, Silpa APBD 2013 ada sebesar Rp587,638 miliar dan dana lainnya yang mungkin masih banyak di kas daerah.

Demikian rangkuman data dan keterangan yang diperoleh NERACA, kemarin, saat Menteri PU dan Walikota Depok menghadiri pencanangan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II yang dilaksanakan di Jalan Juanda, kemarin.

Pencanangan ini, dimulainya pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi Seksi II yang terbentang antara jalan Raya Bogor hingga kukusan. Selain Hadir Menteri PU juga hadir Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Pemegang Saham PT Translingkar Kita Jaya, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, unsur Muspida, pejabat eselon Kemen PU, Dirut Kompas Gramedia Group, dan hadirin lainnya.

Proyek Tol Cijago dan Desari (Depok Antasari) sudah diprogram dan disetujui sejak tahun 2006. Masalahnya selalu tertunta-tunda hanya masalah dana pembebasan lahan. Bahkan, untuk Tol Desari yang semula juga akan dibangun bersamaan dengan Cijago, saat ini terlantar belum ada kepastian kapan akan dimulai pembagunannya. Demikian keluhan sebagian warga yang sangat berharap adanya realisasi dengan segera.

Menteri PU Djoko Kirmanto menyampaikan bahwa ruas jalam tol sepanjang 5,5 kilometer tersebut merupakan bagian dari pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang totalnya mencapai 14,64 kilometer. "Dengan dibangunnya jalan tol ini, diharapkan kemacetan yang kerap terjadi di jalan Raya Bogor ke arah Depok maupun sebaliknya bisa segera diatasi," katanya.

Dikatakan, pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi akan dilakukan secara bertahap, melalui 3 seksi. Seksi I sepanjang 3,70 kilometer sudah dioperasikan sejak Januari 2012 oleh Translingkar Kita Jaya

Sementara, lanjutnya, seksi II Raya Bogor-Kukusan sepanjang 5,5 kilometer, akan dibangun setelah pencanangan. Sedangkan untuk sesi III yang membentang dari Kukusan sampai Cinere sepanjang 5,44 kilometer saat ini masih dalam tahap pembebasan tanah.

Diharapkan bisa selesai pertengahan tahun 2015. Jika kelak seluruh ruas jalan tol Cinere-Jagorawi ini selesai, maka ujung pintu tol di Cinere akan menjadi titik untuk integrasi dengan Jalan tol Cinere-Serpong.

Menurut Djoko Kirmanto, pembangunan jalan tol Seksi II Raya Bogor-Kukusan ini, tanah yang dibebaskan mencapai 46,17 hektar atau sekitar 87,07% dari total kebutuhan seluas 53,02 hektar. Pelaksanaan konstruksi sudah bisa dilakukan setelah pengadaan tanah mencapai 75 persen.

Sedangkan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengucapkan rasa syukur atas dicanangkannya pembangunan jalan tol seksi II Raya Bogor-Kukusan. "Nanti, kami akan membutuhkan pembedahan jalan baru, kami juga berharap dukungan dari Kementerian PU, smeoga pembangunan kita dapat kembangkan lebih jauh lagi. Tidak hanya sekedar jalan yang sering dipakai, tetapi juga dapat membuat Depok menjadi kota dengan pertumbuhan paling tinggi di Jawa Barat. Semoga tingkat perekonomian kota dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Kota Depok,” tutur Walikota..

Nur Mahmudi juga mengatakan, berdasarkan pengalaman pembangunan seksi I yang mulai dioprasikan 2013 mampu membuat pertumbuhan ekonomi kota meningkat. Dengan pembangunan seksi II ini diharapkan juga akan memberikan dampak positif bagi Kota Depok, baik dari bidang perdagangan jasa, dan bidang lainnya.

Meskipun, lanjutnya, terkadang sedikit mengalami hambatan dalam pembebasan lahan,kami terus berupaya agar mengkomunikasikan dengan tepat kepada masyarakat, dan memusyawarahkan dengan masyarakat untuk mendapatkan titik temu.