Laba Bersih Bank Jatim Tumbuh 13,75%

Jumat, 21/03/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mencatat kinerja laba bersih tahun buku 2013 sebesar Rp824,31 miliar atau tumbuh 13,75% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” "Kinerja perseroan dalam membukukan laba ditopang dari berbagai indikator sepanjang 2013 seperti kenaikan kredit dan kenaikan dana murah," kata Direktur Utama PT Bank Jatim Tbk Hadi Sukrianto di Jakarta, Kamis (20/3).

Disebutkan, kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh berbagai pertumbuhan di banyak lini, terutama kredit dan dana murah. Selain itu, perolehan dana pihak ketiga (DPK) di 2013 sebesar Rp25,99 triliun atau berhasil tumbuh 17,01%. Dukungan terbesar dari kontribusi giro sebesar Rp9,97 triliun atau tumbuh 3,18%,”Sementara sisanya disumbang dari tabungan sebesar Rp9,97 triliun atau naik 21,97 persen dan deposito sebesar Rp6,05 triliun atau tumbuh 38,28%,”paparnya.

Sementara itu, penyaluran kredit perseroan hingga 2013 mencapai Rp 22,08 triliun atau mengalami kenaikan 19,01% ketimbang capaian pada tahun sebelumnya. Dari capaian itu, kontribusi kredit konsumer sebesar Rp14,02 triliun atau naik 18%, kredit komersial Rp4,23 triliun atau tumbuh 30,53% dan kredit UMKM senilai Rp3,83 triliun atau meningkat 11,62%

Tahun ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menargetkan capaian kredit mencapai Rp27,68 triliun. Angka ini tumbuh 25,51% ketimbang capaian pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,08 triliun.

Kata Hadi Sukrianto, target penyaluran kredit akan dicapai dengan kenaikan berbagai lini sektor kredit baik konsuumer, komersial dan UMKM,”Kami mengincar penyaluran kredit konsumer mencapai Rp16,32 triliun naik Rp2,3 triliun dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp14,02 triliun,”paparnya.

Untuk segmen komersial, pihaknya menargetkan dapat penyaluran kredit sebesar Rp5,4 triliun atau meningkat sebesar Rp1,2 triliun dibandingkan dengan penyaluran kredit pada akhir 2013 sebesar Rp4,23 triliun. Sedangkan untuk penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diprediksi naik Rp2 triliun. Pada tahun ini kredit UMKM akan mencapai Rp5,83 triliun dari capaian tahun 2013 yang sebesar Rp3,83 triliun.

Selain itu, kenaikan kredit akan diimbangi dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang ditargetkan tumbuh sebesar 24,88% pada 2014 atau mencapai Rp32,45 triliun. Kenaikan ini membuat level rasio kredit dan deposito (LDR) yang berada pada 84,99%. "LDR akan dijaga pada level yang sama ketimbang sebelumnya," katanya.

Selian itu, Rasio Kredit Macet atau (NPL) akan dijaga pada level 2,30%. Rasio Kecukupan Modal atau (CAR) akan dijaga pada level 20,29. Sementara margin bunga bersih atau (NIM) akan dijaga pada level 7,73%. (bani)