IHSG Masih Terdepak Dari Zona Hijau

Jumat, 21/03/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 122,48 poin atau 2,54% ke posisi 4.698,98. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 26,65 poin (3,27%) ke level 788,68. Masih berlanjutnya aksi beli, menjadi pemicu indeks BEI terkoreksi sepanjang hari.

Kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, sentimen pemangkasan stimulus the Fed yang kembali muncul menjadi salah satu faktor pendorong bagi pelaku pasar untuk mengambil posisi lepas saham, kondisi itu membuat IHSG BEI terkoreksi,”Aksi jual bersih yang dilakukan investor asing sebesar Rp537,575 miliar,”ujarnya di Jakarta, Kamis (20/3).

Di sisi lain, lanjut dia, the Fed yang juga merencanakan untuk menaikan suku bunga pada 2015 mendatang ditanggapi pasar sebagai kebijakan pengetatan moneter. Sementara itu dari dalam negeri, dirinya mengatakan bahwa eforia dari salah satu figur Calon Presiden diperkirakan mulai mereda. Pelaku pasar juga akan kembali mencermati kondisi ekonomi global.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan, diproyeksikan masih akan terkoreksi seiring berlanjutnya aksi jual yang dolakukan investor asing. Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 268.234 kali dengan volume mencapai 4,73 miliar lembar saham senilai Rp6,46 triliun. Tercatat, efek yang bergerak naik sebanyak 65 saham, yang melemah 275 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 65 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 386,53 poin (1,79%) ke level 21.182,16, indeks Nikkei turun 328,29 poin (1,65%) ke level 14.224,23 dan Straits Times melemah 23,96 poin (0,74%) ke posisi 3.058,60. Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melemah melemah 93,87 poin atau 1,94% ke 4.727,58.

Di tengah perdagangan, 63 saham menguat, 235 saham melemah, dan 66 saham bergerak stagnan. siang ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp3,745 triliun dari 3,080 miliar lembar saham diperdagangkan. Sejalan dengan IHSG, saham Asia juga ditutup melemah, dengan indeks Nikkei turun 208,65 poin atau 1,44% menjadi 14.253,76, indeks Hang Seng turun 243,73 poin atau 1,13% menjadi 21.324, dan indeks Staits Times turun 0,45% menjadi 3.066.

Indeks LQ45 melemah 20,37 poin atau 2,5% menjadi 749,96, Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah 14,75 poin atau 2,3% menjadi 640,70, dan IDX30 turun 15,57 poin atau 2,5% menjadi 408,03. Sektor penggerak IHSG ditutup kompak melemah, dengan pelemahan tertinggi di sektor macam industri sebesar 3,1%, sektor keuangan 2,6%, sektor properti 2,4%.

Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp400 ke Rp30.725, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) Rp185 ke Rp935, dan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp105 ke Rp2.500. Sedangkan saham-saham bergerak di top losers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp475 menjadi Rp48.825, saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) turun Rp200 ke Rp5.725, dan saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp75 menjadi Rp7.025.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah sebesar 13,74 poin setelah bank sentral AS (the Fed) memutuskan untuk kembali memangkas stimulus keuangannya,”Koreksi bursa AS akibat kebijakan the Fed yang kembali mengurangi stimulus keuangannya berdampak negatif terhadap indeks regional Asia, termasuk bagi pergerakan IHSG," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Alhasil, IHSG BEI dibuka turun 13,74 poin atau 0,28% menjadi 4.807,72. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 5,89 poin (0,72%) ke level 809,43.

Selain itu, lanjut dia, pasar global juga dibayangi kekhawatiran kirisis Ukraina yang cenderung memanas setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyebut istilah perang dunia. Dari dalam negeri, lanjut dia, muncul sentimen positif dari Bank Dunia yang mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Peraturan tentang larangan ekspor tambang dan mineral mentah, diharapkan kebijakan tersebut dapat memberikaan manfaat yang maksimal bagi negara.

Menurut dia, penerbitan aturan tersebut akan memberi efek positif yakni pembangunan smelter yang akan menyerap tenaga kerja lebih meningkat dan merata,”Akumulasi dari sentimen pasar tersebut diperkirakan IHSG bergerak 'mixed' dengan peluang melemah," kata dia.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 109,70 poin (0,70%) ke level 21.458,99, indeks Nikkei turun 99,35 poin (0,69%) ke level 14.362,50 dan Straits Times melemah 2,51 poin (0,08%) ke posisi 3.078,58. (bani)