Rampungkan Akuisisi Axis, XL Genjot Kinerja

Jumat, 21/03/2014

NERACA

Jakarta – Setelah menempuh proses panjang, pada akhirnya PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan akuisisi atas 95% saham PT Axis Telekom Indonesia. Disebutkan, penyelesaian dan efektifnya pengambialihan tersebut terjadi dengan telah dipenuhinya seluruh kondisi yang disyaratkan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sale and purchase agreement).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (20/3). Kata Corporate Secretary XL Murni Nurdini, rampungnya proses akuisisi Axis Telekom Indonesia ditandai dengan dipenuhinya persyaratan jual beli saham, antara lain diperolehnya persetujuan dari otoritas terkait, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Koordinasi Penanaman Modal serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Sesuai dengan perjanjian jual beli bersyarat Conditional Sales Purchase Aggrement (CSPA) antara XL dan STC, setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dan regulator terkait maka XL akan segara melakukan pembayaran kepada pemegang saham AXIS sekira US$ 865 juta.

Untuk membiayai transaksi ini, XL akan menggunakan kombinasi pinjaman, yaitu dari pemegang saham Axiata sekira US$ 500 juta (58%) dan pinjaman dari institusi finansial sekira US$ 365 juta (42%). Bahkan perseroan menambah porsi pinjaman sebesar US$ 200 juta dari dua bank asing, yaitu United Overseas Bank Limited dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd cabang Jakarta.

Managing Partner PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe pernah bilang, mergernya PT XL Axiata Tbk dengan PT Axis Telekom membuat saham EXCL tidak begitu memuaskan. Pasalnya, masalah utang yang didera oleh kedua perusahaan membuat merger tersebut tak sesuai. Seperti diketahui, jumlah utang XL selama sembilan bulan tahun 2013 tercatat sebesar Rp17,6 triliun. Jumlah itu meningkat Rp3 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,6 triliun.

Dirinya juga menuturkan, utang yang dimiliki EXCL tersebut akan menjadi beban bila melakukan merger dengan Axis. "Sebetulnya Axis dan XL utangnya gede, tapi kita tidak tahu utang Axis berapa, karena dia perusahaan tertutup,”paparnya.

Tercatat sepanjang tahun 2013, perseroan membukukan pendapatan stabil di angka Rp21,4 triliun. Pendapatan itu didorong penetrasi data yang kuat dengan kenaikan pendapatan layanan data sebesar 16% dari tahun lalu. Adapun pendapatan non-percakapan memberikan kontribusi sebesar 54% dari total penggunaan pendapatan atau meningkat dari 50%.

Selain itu, XL sanggup menstabilkan dan membawa perubahan arah perusahaan dan berlanjut dengan pencapaian pertumbuhan operasional selama 2013. Dimana layanan data kembali menjadi layanan dengan tingkat pertumbuhan tercepat dan menjadi kunci dengan kontribusi sebesar 23% dari total pemakaian pendapatan dibandingkan 20% dari tahun lalu. (bani)