WALI Sebut Waralaba Asing Siap Serbu Indonesia

NERACA

Jakarta – Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) meminta pengusaha dalam negeri untuk mewaspadai penetrasi waralaba asing ke Indonesia, khususnya menjelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN di 2015 mendatang.

Ketua Umum WALI Levita Supit menyebut, persaingan bisnis waralaba (franchise) lokal dan asing bakal semakin sengit. Di 2014 ini, Indonesia bakal kedatangan “tamu” sekitar 40 waralaba asing. “Persaingan waralaba lokal dan asing sangat luar biasa. Apalagi ditambah masuknya waralaba asing ke Indonesia yang semakin banyak,” kata Ita, sapaan akrab Levita Supit, dalam acara penandatanganan Kerjasama antara Reed Panorama Exhibitions, WALI, dan Kadin untuk kegiatan Franchise & Licence Expo Indonesia ke-12 di Jakarta Convention Center pada 12-14 September 2014 mendatang, Kamis (20/3).

Menurut Ita, sudah saatnya pengusaha lokal mengembangkan bisnis waralaba nasional. Disebutkan Ita, kedatangan 40 waralaba asing, baik dari Singapura, Malaysia, ataupun Amerika Serikat, harus menjadi dorongan pewaralaba lokal untuk meningkatkan bisnisnya. “Waralaba lokal harus semakin berkembang. Banyak waralaba lokal yang dibeli oleh asing. Singapura, Malaysia, Timur Tengah, sudah banyak yang beli waralaba lokal. Permintaan terhadap waralaba lokal semakin banyak,” lanjut Ita.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Amir Karamoy mengatakan, dari dalam negeri, sekitar 50 waralaba dan lisensi baru akan mulai mencicipi sektor bisnis ini. Amir mengatakan, belum tentu perusahaan tersebut adalah waralaba. Bisa jadi menurutnya, yang banyak masuk adalah lisensi atau business opportunity (BO). “Bedanya kalau waralaba itu sudah 5 tahun. Kalau yang baru-baru itu lisensi. Mereka belum tentu waralaba, bisa jadi franchise,” ujarnya.

Ditambahkan Amir, waralaba di sektor kesehatan tahun ini adalah sektor yang paling menjanjikan. Bahkan diyakininya, sektor ini akan mengalahkan waralaba ritel dan makanan. “Kesehatan, alasannya karena orang Indonesia makin sadar akan pentingnya kesehatan,” ujar Amir.

Amir mengatakan, mulai awal 2014 ini, pemerintah memiliki program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Itu menjadi salah satu alasan mengapa potensi waralaba di sektor kesehatan sangat besar. “Kita sudah masuk BPJS itu, asuransi kesehatan, semua pemerintah yang tanggung. Itu kan sudah ada permintaannya,” kata dia.

Lalu, waralaba di sektor kesehatan apa yang dinilai Amir sangat potensial tahun ini? “Apotek, klinik kesehatan, klinik gigi terpadu, seperti itu. Itu akan bertahan sampai 5 tahun ke depan,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

Media Asing Soroti Kebijakan Polkam dan Ekonomi RI

NERACA Jakarta - Hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) menyebutkan, kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah melewati…

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris berharap kepada Gubernur dan…

Indonesia – Arab Saudi Sepakat Bikin Sistem Baru - Penyaluran TKI

  NERACA   Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia sepakat menyusun sistem baru bagi warga negara Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Internasional - Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor - Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

Tingkatkan Daya Saing - Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…