Pelido III Rencanakan Terbitkan Obligasi Rp 4,5 Triliun

Danai Belanja Modal

Kamis, 20/03/2014

NERACA

Jakarta- Guna mendanai ekspansi bisnisnya, tahun ini PT Pelindo III (Persero) bakal menerbitkan obligasi sekira lebih dari US$ 400 juta atau Rp4,54 triliun sebagai sumber pendanaan. Penerbitan ini dikeluarkan dalam bentuk mata uang Rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Keuangan Pelindo III, Wahyu Suparyono mengatakan, penerbitan ini dilakukan untuk menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekira Rp5 triliun,”Capex kami tahun ini Rp5 triliun. Rp3,8 triliun untuk investasi pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong,”ujarnya di Jakarta, Rabu (19/3).

Wahyu menambahkan, penerbitan obligasi ini dilakukan dalam waktu dekat atau satu bulan dari sekarang. Selain itu, untuk menambah belanja modal perseroan menggunakan dana internal dan pinjaman bank,”Jadi capex itu salah satunya dari penerbitan obligasi. Ditambah ada internal cash 30 persen serta pinjaman bank," cetusnya.

Lanjut, obligasi yang dikeluarkan dalam dua bentuk mata uang ini akan dikeluarkan secara bareng, pasalnya penambahan ini dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas beberapa pelabuhan yang dikelola. Dirinya menjelaskan, penerbitan obligasi ini dilakukan karena lebih cepat mendapatkan modal,”Untuk penjamin emisi efeknya. Kita arranger tender dulu. Untuk tenor maksimal 7 tahun. Untuk porsi belom bisa pastikan, tapi paling gampang itu 50:50. Capex tahun ini dan tahun selanjutnya. Kita bisa biayai sampai 5 tahun mendatang. Kan ada dari internal,”paparnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan naik 10 hingga 15%. Sementara untuk pendapatan operator pelabuhan di tujuh provinsi di Indonesia ini sekira Rp5 triliun,”Untuk laba pun demikian naik 10-15%. Laba kami tahun lalu Rp1,2 triliun," kata Wahyu Suparyono.

Menurutnya, peningkatan pendapatan ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi yang membuat aktivitas bongkar muat dipelabuhan meningkat. Ini pun ditambah dengan beroperasinya Pelabuhan Teluk Lamong "Kalau pelabuhan baru Teluk Lamong tahap I bisa operasi Mei ini, dan operasi penuh ditargetkan tahun ini. Dan kami tingkatkan pelayanan lebih kepada peningkatan produktifitas. Kalau dulu antrian dua hari di pelabuhan sekarang diharapkan bisa satu hari," paparnya.

Wahyu mengungkapkan, dibangunnya Pelabuhan Teluk Lamong ini untuk memperlancar arus barang dengan kapasitas lebih dari 1 juta angkut barang,”Tapi kan pelabuhan kita multi purpose. Tidak hanya barang, tapi peti kemas. Yang pasti kapal besar bisa masuk. Kita juga akan melakukan pendalaman alur. Sekarang minimal 9 meter nanti mininma 14 meter, mudah-mudahan akan selesai tahun ini," jelasnya.

Untuk memudahkan bongkat muat dipelabuhan, pihaknya juga melakukan peningkatan kapasitas pelayanan seperti pelabuhan di Banjarmasin, Tanjung Emas Semarang. Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) kembali merogoh koceknya untuk berinvestasi peralatan bongkar muat sebesar US$ 68,2 juta.

Rincian investasi tersebut diantaranya berupa pengadaan delapan unit Container Crane baru untuk Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Petikemas Semarang (TPKS) senilai US$ 48,2 juta. Selain delapan unit Container Crane (CC), juga dilakukan pengadaan dua unit Grab Ship Unloader baru yang akan dioperasikan di Terminal Teluk Lamong senilai US$ 19,9 juta. (bani)