Acset Perluas Bisnis Sewa Alat Berat

NERACA

Jakarta- Untuk mendukung kinerja bisnisnya, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) membentuk anak perusahaan baru, PT Sacindo Machinery. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha penjualan dan penyewaan alat berat. “Modal dasarnya sebesar Rp10 miliar, dan modal disetor sebesar Rp3,5 miliar.” kata Sekretaris perusahaan PT Acset Indonusa Tbk, Any Setyowati dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (19/3).

Pembentukan perusahaan baru ini sejalan dengan niat perseroan untuk memperbesar size bisnis utama perseroan di bidang jasa konstruksi. Adapun komposisi kepemilikan saham perseroan dalam perusahaan tersebut, yaitu sebesar 78%. Masih adanya peluang di bidang ini untuk alat-alat tertentu, dan masih sedikitnya perusahaan yang menekuni bisnis ini. menjadi salah satu alasan Acset untuk segera memulai bisnis penyewaan alat berat.

Selain anak usaha baru di bidang alat berat, perseroan juga berencana membentuk perusahaan patungan di Myanmar sebagai pengembangan bisnis perusahaan. Saat ini perseroan masih menunggu keputusan dari pihak Myanmar terkait proses pembentukan perusahaan patungan tersebut,”Rencananya membentuk anak perusahaan baru untuk ekspansi ke Myanmar dan masih dalam tahap pengurusan,” kata Direktur Keuangan Acset Indonusa Agustinus Hambadi.

Perusahaan konstruksi ini menargetkan dapat mengantongni pendapatan hingga akhir 2014 sebesar Rp1,3 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp120 miliar,”Kontribusi yang paling besar terhadap keduanya tetap dari bisnis utama perusahaan, yaitu pondasi dan konstruksi,” katanya.

Target tersebut, menurut dia, antara lain didukung pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan, seperti penyewaan alat berat dari kontrak-kontrak baru di tahun 2014 dan sebagian carry over tahun lalu. Sementara untuk kontrak baru, tahun ini perseroan menargetkan sebesar Rp 1,5 triliun. Angka tersebut turun sekitar 7% dibanding realisasi 2013.

Target kontrak baru tersebut tetap bertumpu pada proyek-proyek swasta, seperti pembangunan gedung bertingkat dan apartemen,”Target tersebut akan ditopang oleh pekerjaan jasa pondasi dan jasa konstruksi yang merupakan bisnis utama perseroan,”ujarnya.

Diketahui, Acset merupakan perusahaan kontruksi dengan bisnis terintegrasi, spesialisasi pondasi dengan konstruksi bangunan. Misalnya, untuk proyek mass rapid transit (MRT), manajemen perseroan mengaku memiliki alat untuk konstruksi khusus seperti itu. Perseroan juga memulai menjadi sub kontraktor untuk pekerjaan sipil di pembangkit listrik. Rencananya, perseroan akan mecoba tidak saja fokus di bangunan, tetapi juga terus ekspansi ke proyek-proyek strategis lain. (lia)

BERITA TERKAIT

Menkop Dukung Pemuka Agama Bertausyiah Bisnis

Menkop Dukung Pemuka Agama Bertausyiah Bisnis NERACA Mojokerto - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mendukung para ulama ataupun pemuka…

DOID Incar Pertumbuhan Bisnis Di Atas 10%

Emiten perusahaan tambang, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) membidik pertumbuhan kinerja tahun ini di atas 10% dibanding 2017. Melalui…

Hartadinata Targetkan Penjualan Tumbuh 20% - Optimis Bisnis Emas Bersinar

NERACA Jakarta – Masih tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, mendorong PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk memasang target pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…