Austindo Kantungi Pinjaman US$ 5,5 Juta

Biayai Proyek Sawit Papua

Kamis, 20/03/2014

NERACA

Jakarta- PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyepakati perjanjian fasilitas pinjaman dengan PT Permata Putera Mandiri. Hal ini tidak lain untuk mendukung pembiayaan proyek pembangunan kebun kelapa sawit anak usahanya, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siasis di Papua.

Sekretaris Perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Naga Waskita mengatakan, fasilitas pinjaman dalam loan agreement antara PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siasis dengan PT Permata Putera Mandiri yaitu sebesar US$5,5juta. Adapun jangka waktu pinjaman adalah tiga tahun sejak tanggal perjanjian. “Suku bunga pinjaman ini 2,75% per tahun, dengan tujuan penggunaan dana untuk pembiayaan proyek pembangunan kebun kelapa sawit di Papua.” ucapnya di Jakarta, Rabu (19/3).

Dengan tujuan yang sama, menurut dia, anak usaha perseroan tersebut juga menyepakati loan agreement dengan PT Putera Manunggal Perkasa yang juga tercatat sebagai anak usaha perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99%. Adapun fasilitas pinjaman yang diberikan, yaitu sebesar US$6,5 juta dengan jangka waktu pinjaman 3 tahun sejak tanggal perjanjian. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 2,75% per tahun.

Diketahui, selain perkebunan, perseroan juga berupaya mengoptimalkan kinerja anak usahanya yang bergerak di bidang energi, PT Austindo Aufwind New Energy. Perseroan melakukan transaksi pemberian jasa manajemen kepada anak usahanya tersebut melalui penandatanganan amandement No. 1 to Management Service Agreement. Disebutkan, penandatanganan amandemen tersebut untuk perpanjangan jangka waktu perjanjian sampai dengan 31 Desember 2014.

Transaksi pemberian jasa manajemen ini dilakukan untuk mendukung kegiatan manajemen dan operasional PT Austindo Aufwind New Energy. “Nilai transaksi tersebut tidak melebihi 0,5% dari modal disetor perseroan dan tidak melebihi jumlah Rp5 miliar.” ungkapnya.

Untuk kegiatan bisnisnya di bidang energi ini, perseroan melalui anak usahanya tersebut mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas dengan kapasitas 1,2 MW di Belitung. Pusat pembangkit listrik tenaga biogas tersebut akan menghasilkan energi listrik yang diolah dari limbah pabrik kelapa sawit yang dihasilkan dari kebun kelapa sawit perseroan di daerah tersebut. “Seluruh pasokan listrik yang diproduksi AANE disalurkan ke jaringan distribusi PT PLN dan dibeli oleh PLN sesuai dengan Power Purchase Agreement dengan harga Rp.975 per kWh.” kata Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, Suwito Anggoro.

Adapun biaya yang dikeluarkan perseroan untuk pembangunan pusat pembangkit listrik tersebut, kata dia, sekitar US$3,5 juta. Sementara untuk sumber pembiayaannya antara lain diperoleh dari sebagian hasil penawaran umum saham perdana (IPO) perseroan sebesar US$1 juta dan sisanya berasal dari dana kas internal perseroan. (lia)