Laba BSD Melesat Tajam Rp 2,91 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun, naik 96,62% dibanding 2012 senilai Rp1,48 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (19/3).

Disebutkan, melonjaknya laba bersih perseroan didukung meningkatnya pendapatan usaha sebesar 53,89% menjadi Rp5,74 triliun dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp3,73 triliun. Namun bertambahnya pendapatan usaha perseroan diikuti naiknya beban pokok penjualan menjadi Rp1, 58 triliun dari Rp1,35 triliun, sehingga laba kotor tercatat menjadi Rp4,17 triliun. Angka itu naik hampir dua kali lipat dibanding 2012 sebesar Rp2,38 triliun.

Total beban usaha BSDE pada tahun lalu juga meningkat menjadi Rp1,26 triliun dari Rp968,54 miliar. Sementara laba usaha perseroan tercatat senilai Rp2,91 triliun, tumbuh 106,38% dibanding tahun sebelumnya Rp1,41 triliun. BSDE pada tahun lalu mencatat pendapatan dividen sebesar Rp7,64 miliar dan pendapatan bagi hasil dana mudharabah senilai Rp15,3 miliar. Selain itu, laba selisih kurs melonjak menjadi Rp165,84 miliar dari Rp15,69 miliar.

Jumlah aset perusahaan pada akhir tahun lalu naik menjadi Rp22,57 triliun dari posisi akhir 2012 senilai Rp16,76 triliun. Adapun jumlah pinjaman juga bertambah menjadi Rp9,16 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp6,23 triliun. Diawal perdagangan saham Rabu kemarin, saham BSDE dibuka

pada level Rp1.700 per saham. Posisi ini menguat 15 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp1.685.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp3 triliun untuk mendukung sejumlah ekspansi. Direktur dan Sekretaris BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, alokasi dana capex tersebut sama dengan alokasi capex dengan tahun sebelumnya.

Dana investasi ini sengaja disiapkan perusahaan untuk mendukung target nilai prapenjualan (marketing sales) BSDE pada tahun ini sebesar Rp6 triliun. Nantinya, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur proyek-proyek yang dijalankan perusahaan serta untuk pembebasan lahan,”Dana capex ini akan digunakan untuk mengembangkan bisnis properti BSDE tahun ini, sehingga kami berharap marketing sales yang ditargetkan sebesar Rp6 triliun dapat tercapai,”ujarnya.

Untuk sumber pendanaannya, dia mengungkapkan, berasal dari kas internal perusahaan. Hermawan menerangkan, perseroan memiliki kas internal yang cukup kuat untuk mendanai belanja modal pada 2014. Bahkan masih kuatnya likuiditas keuangan perseroan, PT Bumi Serpong Damai Tbk menyatakan minatnya untuk mengambil alih salah satu entitas milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Aksi akuisisi perseroan masih belum surut meskipun telah berhasil melakukan akuisisi proyek Epicentrum Walk di Kuningan, Jakarta Selatan dengan nilai transaksi sebesar Rp297 miliar.

Tingginya minat perseroan tersebut lantaran perusahaan terus berambisi menggenjot pendapatan perusahaan melalui ekspansi di kawasan-kawasan baru, tak terkecuali kawasan Rasuna yang kebanyakan dimiliki oleh keluarga Bakrie. Meskipun minat BSDE terhadap lahan-lahan di kawasan Rasuna terbilang sangat tinggi, namun perseroan belum tentu akan membelinya dari keluarga Bakrie. (bani)

BERITA TERKAIT

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

DMAS Targetkan Penjualan Rp 1,25 Triliun

Emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mematok target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…