JALUR CILEUNGSI BOGOR SEGERA DIPERBAIKI Warga Terima Gantirugi Tol Bocimi Rp 1, 5 M

Rabu, 03/08/2011

Bogor - Pemerintah Kota Bogor terus menggenjot pembebasan lahan yang terkena proyek pembangunan tol Bogor – Ciawi - Sukabumi (Bocimi). Seperti yang dilakukan Selasa (2/8) kemarin, tercatat sekitar 3927m persegi tanah di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan telah dibayarkan dengan total nilai Rp 1,564 miliar.

NERACA

Pembayaran dilakukan di Kelurahan Kertamaya. Proses pembayaran dihadiri langsung Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bambang Gunawan, Ketua Tim Pembebasan Tanah (TPT) Tol Bocimi Widagdo, Camat Bogor Selatan Dadang Abdurahman, dan sejumlah pejabat terkait.

“Ini bukan ganti rugi, tetapi ganti untung dari Pemerintah Pusat kepada para pemilik tanah,” ujar Ketua P2T Bambang Gunawan, Senin (1/8/2011) sebelum pembayaran dilakukan di Gedung Kelurahan Kertamaya, Jalan Marga Bhakti, Bogor.

Di depan sekitar 10 orang pemilik tanah, Bambang mengharapkan agar semua pihak yang telah berkumpul hari ini sepakat atas kesesuaian harga yang telah disepakati oleh semua pihak. “Mudah-mudahan tidak ada protes setelah disesuaikan antara keinginan warga dengan kesanggupan kami,” harap Bambang.

Pembayaran pada hari ini merupakan pembayaran ke dua di kelurahan Kertamaya. Setelah sebelumnya dilakukan pembayaran 14 bidang tanah dari total target 111 bidang tanah di Kertamaya

Sama seperti sistem pembayaran tanah sebelumnya, pembayaran dilakukan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bagi pemilik tanah yang belum mempunyai rekening bank, akan difasilitasi dengan pembukaan rekening baru.

Untuk Kertamaya, harga tanah dihargai tim appraisal rata-rata Rp303 ribu per meter. Seperti harga tanah yang dimiliki Karja. Warga Kertamaya ini memiliki 355 meter persegi tanah yang kemudian dibayarkan sejumlah Rp. 108, 801 juta. Juga Maim bin Sama. Tanah seluas 946 meter persegi dilepas dengan nilai Rp 287, 83 juta.

Di tempat yang sama, Warni (38 thn) warga asli Kertamaya, mengharap pemerintah memberikan kelonggaran waktu untuk memindahkan harta benda yang dimilikinya di atas tanah yang akan diserahkan untuk pembangunan Bocimi itu. Warni yang memiliki 236 meter persegi tanah, mengharap proses pemindahan bisa dimundurkan hingga usai bulan Ramadhan.

“Saya akan pindah ke Bitung, ini masih mencari-cari rumah,” ujar ibu lima putera itu.

Warni mengaku uang sekitar Rp 132, 919 juta yang dibayar oleh pemerintah akan di bagi-bagi rata kepada ibu dan kedua adiknya. Kalau uang yang diperolehnya cukup, maka akan langsung dibelikan rumah untuk tempat tinggal. “Mudah-mudahan cukup, karena harga rumah sekarang mahal-mahal,” harap dia.

Jalan Cileungsi

Sementara itu, Jalan Raya Cileungsi Kidul-Gandoang, Cileungsi Kab. Bogor saat ini tengah memasuki tahapan perbaikan. Total anggaran pembangunan ruas jalan sepanjang 20 kilometer sebesar Rp 4,3 miliar tersebut rencananya akan dilakukan dalam dua tahap.

Kepala UPTK Binamarga Cileungsi, Cucu Gemuruh mengatakan proses pengerjaan perbaikan jalan Cileungsi Kidul-Gandoang sudah dimulai. Memang sekilas belum terlihat secara jelas. Pasalnya, baru tahap pematokan, pengukuran dan persiapan bahan-bahan.

"Tentang siapa yang mengerjakan dan biayanya serta data konkrit lainnya, bisa dilihat di papan proyek yang sudah dipasang," ungkap Cucu kepada wartawan, kemarin seraya menambahkan, perbaikan tersebut akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahun anggaran 2010 dan tahun anggaran 2011. "Tahun depan mudah-mudahan semua bisa dituntaskan," ungkapnya.

Mendengar rencana perbaikan tersebut, Syahroni salah seorang warga Desa Mampir mengaku menyambut baik rencana pembagunan jalan tersebut. Pasalnya, warga, sudah sangat membutuhkan perbaikan tersebut guna menunjang akses masyarakat dalam beraktivitas.

"Kami sudah cukup lama menunggu perbaikan jalan ini. Selama ini sangat sulit dilintasi. Tidak hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua juga sulit melewati jalan tersebut. Dan, kini kami cukup senang karena plang perbaikan sudah mulai dipasang serta kegiatan lainnya dalam rangka perbaikan jalan sudah dimulai," ungkapnya.

Menurutnya, meski dalam kondisi rusak, arus lalulintas di jaian Cileungsi-Gandoang tergolong cukup padat. Karena, jalur tersebut merupakan salah satu jalur alternatif, yang biasa digunakan warga untuk menghindari kemacetan di sekitar Pasar Cileungsi dan Jalan Raya Transyogi.

"Apabila sudah rampung diperbaiki, jalan ini akan menjadi salah satu jalan alternatif yang ramai digunakan," singkatnya.