Darma Henwa Bukukan Rugi US$ 10,6 Juta

NERACA

Jakarta – Perusahan tambang, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalami peningkatan kerugian menjadi US$10,6 juta per 31 Desember 2013 dari US$3,8 juta pada periode yang sama 2012. Perseroan mengalami penurunan pendapatan menjadi US$222,02 juta dari US$334,9 juta. Untuk rugi neto mencapai US$51,7 juta dari US$41,4 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan untuk total liabilitas mengalami penurunan menjadi US$143,65 juta dari US$165,9 juta. Sementara total ekuitas menjadi US$222,1 juta dari US$273,5 juta. Sebagai informasi, tahun ini perseroan memperkirakan pendapatan turun menjadi US$ 220 juta-250 juta dibanding target pendapatan 2013 yang mencapai US$ 400 juta. Penurunan pendapatan terutama disebabkan bisnis utama perseroan, yakni jasa kontraktor tambang batubara yang melemah seiring pembatasan produksi batubara.

Direktur PT Darma Henwa Tbk, Wachjudi Martono pernah bilang, dengan adanya aturan pembatasan produksi batubara, perseroan juga akan menurunkan belanja modal tahun ini menjadi sekitar 75% dari target awal US$ 20 juta-25 juta. Belanja modal tahun ini akan difokuskan untuk pembelian spare part,”Belanja modal sudah pasti turun karena itu tadi, klien kami menurunkan target produksi. Jadi kami lebih fokus untuk membeli spare part ketimbang belanja alat-alat baru,”ujarnya.

Sebelumnya, perseroan mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar 40-46% akan dialokasikan untuk Proyek Batubara Bengalon. Nantinya, untuk proyek tersebut, perseroan akan melibatkan subkontraktor untuk pengerjaan Proyek Batubara Bengalon (BCP) yang ditargetkan mengalami peningkatan produksi sepanjang 2014,”Area di Bengalon sangat besar sehingga memungkinkan untuk kontraktor lain masuk sebagai subkontraktor," kata dia.

Kendatipun target pendapatan tahun ini diprediksikan bakal turun, namun tidak halnya dengan produksi batu bara yang ditargetkan tetap tumbuh. Produksi batu bara tahun ini sebesar 16,48 juta ton. Target tersebut meningkat sekitar 62,02% bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 10,11 juta ton. Kemudian untuk total produksi pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) perseroan pada tahun ini sebesar 99,23 jutabank cubik meter(bem) atau naik hingga mencapai 47,95% dari tahun lalu.

Disebutkan, peningkatan produksi seiring dengan permintaan produsen batu bara para kliennya meningkat, sehingga perseroan menaikkan produksi batu bara danoverburden removal. Kecuali Berau Coal yang menurunkan rencana produksi dari sekitar 1,2 juta ton batu bara menjadi hanya 732.637 ton batu bara. Saat ini, selain Berau Coal, klien DEWA lainnya adalah PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Mitrabara Adiperkadana dan PT Tamtama Perkasa. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

Petani Tertipu Importir Bawang Putih - Buka Lahan Ratusan Juta Tidak Ada Realisasi Tanam Bibit

Petani Tertipu Importir Bawang Putih Buka Lahan Ratusan Juta Tidak Ada Realisasi Tanam Bibit NERACA Jakarta - Kelompok tani di…

CP Prima Bukukan Rugi Rp 67,72 Miliar

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) masih jauh dari ekspektasi investor. Pasalnya, emiten pertambakan udang terpadu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…