40% Kredit Bank Kalsel untuk Usaha Mikro

Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Kamis, 20/03/2014

NERACA

Banjarmasin - Sekitar 40% kredit yang disalurkan Bank Kalimantan Selatan dikhususnya untuk usaha mikro dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat kecil. Direktur Utama Bank Kalimantan Selatan, Juni Rif'at di Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (18/3) menyebutkan, pemberian kredit terhadap usaha mikro merupakan misi yang diemban lembaga perbankan milik Pemprov Kalsel tersebut.

"Semoga pemberian kredit menjadikan banyak usaha mikro di Kalsel bisa berkembang sesuai harapan,"katanya saat peresmian kantor unit baru Bank Kalsel di kabupaten tetangga Kota Banjarmasin tersebut.

Ia menuturkan tujuan lain Bank Kalsel adalah sebagai agen pembangunan di wilayah ini di samping sebagai lembaga perbankan yang bisa menyalurkan konribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik terhadap pemprov Kalsel, atau terhadap kabupaten dan kota di provinsi ini.

"Itulah bedanya antara Bank Kalsel dan bank konvensional lainnya," katanya.

Dia menyebutkan berdasarkan sejarahnya Bank Kalsel dibentuk hanya sebagai lembaga kas daerah dan itu bertahan hingga sekarang atau 50 tahun.

Kredit yang disalurkan Bank Kalsel ada yang kisaran hanya sekitar Rp10 juta, tetapi ada pula hingga Rp200 miliar, tambahnya, yang diperuntukkan bagi tukang bakso, pedagang es kelapa, kelontongan, hingga kredit besar seperti pembiayaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan lainnya.

"Kalau aliran listrik di Kalsel sudah mulai kurang byer peat itu ada juga andil Bank Kalsel membantu membangun pembangkit listrik,"katanya sambil tersenyum di hadapan para undangan termasuk Wakil Bupati Batola Ma'mun Kadri.

Selain pemberian kredit Bank Kalsel juga menyimpan dana masyarakat termasuk modal pemerintah yang hingga saat ini keseluruhan mencapai Rp1 triliun.

Dari modal tersebut yang diusahakan hingga memperoleh laba pada tahun ini mencapai 35 persen, dan laba itu pula yang kemudian dibagikan kepada pemerintah daerah sebagai PAD.

Dengan kian baiknya pengelolaan perbankan ini sehingga Bank Kalsel memperoleh penghargaan sebagai bank terbaik kedua secara nasional dalam pelayanan pada tahun 2012 lalu, dan kemudian pada tahun 2013 ini menjadi terbaik ketiga secara nasional.

Menurut dia, Bank Kalsel tak puas hanya itu, kini akan terus mengembangkan lembaga tersebut secara profesional dengan peningkatan jumlah dan kinerja pegawainya yang mencapai hampir 900 orang di seluruh Kalsel.

Menyinggung kantor unit pelayanan Bank Kalsel yang diresmikan di Handil bakti tersebut disebutkannya merupakan unit ke-19, semua itu sebagai wujud upaya peningkatan pelayanan termasuk satu unit yang berada di DKI Jakarta. [ant]