Diterpa Isu Global, IHSG Bergerak Fluktuatif

Rabu, 19/03/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 70,576 poin (1,45%) ke level 4.805,612. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 16,003 poin (1,93%) ke level 812,437. Derasnya aksi jual yang dilakukan investor terkait Jokowi effect menjadi pemicunya.

Analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, jenuh beli di pasar saham Indonesia menjadi faktor pendorong indeks BEI terkoreksi di tengah mayoritas bursa Asia yang berada di area positif,”Aksi ambil untung menjadi faktor penekan indeks BEI, secara teknikal saham-saham domestik juga telah masuk dalam area jenuh beli," kata dia di Jakarta, Selasa (18/3).

Dia mengatakan, rupiah yang terdepresiasi terhadap dolar AS menambah sentimen negatif bagi IHSG BEI, selanjutnya pergerakan pasar saham domestik diperkirakan berfluktuasi namun masih berpotensi menguat menyusul investor asing yang masih masuk ke pasar saham dalam negeri. Oleh karena itu,dirinya memprediksikan, indeks BEI Rabu akan bergerak di kisaran 4.779--4.866 poin.

Pada perdagangan saham Selasa sore, euforia Jokowi Effect tidak bertahan lama di pasar modal. Investor lebih fokus kepada sentimen yang datang dari luar negeri yang rata-rata negatif. Meski demikian, investor asing masih getol berburu saham. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 695 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.513 kali pada volume 6,224 miliar lembar saham senilai Rp 8,238 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 222 saham turun, dan 76 saham stagnan. Hampir seluruh bursa regional bisa menguat sore ini berkat meredanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina di Crimea. Bursa saham Jepang memimpin penguatan setelah nilai tukar yen melemah terhadap dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 195.000, Matahari (LPPF) naik Rp 275 ke Rp 13.725, Bali Towerindo (BALI) naik Rp 230 ke Rp 1.165, dan Inti Bangun (IBST) naik Rp 225 ke Rp 5.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.525 ke Rp 28.675, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 47.125, Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 28.975, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 23.700.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup anjlok 44,476 poin (0,91%) ke level 4.831,712. Sementara Indeks LQ45 jatuh 11,197 poin (1,35%) ke level 817,243. Hanya dua sektor yang masih bisa bertahan positif, yaitu indeks sektor agrikultur dan pertambangan. Delapan sektor lainnya kena koreksi dan masuk teritori negatif.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.496 kali pada volume 3,135 miliar lembar saham senilai Rp 4,098 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 168 saham turun, dan 72 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia rata-rata masih bergerak positif berkat sentimen meredanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina di Crimea. Bursa Singapura menemani Indonesia di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bali Towerindo (BALI) naik Rp 230 ke Rp 1.165, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 100 ke Rp 4.450, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 75 ke Rp 9.350, dan Midi Utama (MIDI) naik Rp 70 ke Rp 570.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.600 ke Rp 28.600, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 575 ke Rp 15.925, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 47.725, dan Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 24.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI sebaliknya dibuka naik 2,35 poin atau 0,05% menjadi 4.878,54. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,61 poin (0,07%) ke level 829,05,”Penguatan bursa saham AS menjadi pendorong kenaikan bagi bursa Asia, termasuk IHSG BEI," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Menurut dia, pergerakan bursa saham Indonesia saat ini cenderung mengikuti arah bursa global menyusul meredanya euforia politik di pasar saham. Dia menambahkan, beberapa saham yang telah menguat cukup signifikan seperti sektor properti dan semen berpotensi mengalami aksi ambil untung.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menuturkan, investor sedang menantikan beberapa data ekonomi Amerika Serikat seperti inflasi AS serta neraca transaksi berjalan AS yang akan diumumkan. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 20,73 poin (0,10%) ke level 21.494,68, indeks Nikkei naik 123,30 poin (0,86%) ke level 14.400,97 dan Straits Times menguat 2,72 poin (0,09%) ke posisi 3.095,26. (bani)