PNM-Kadin Bersinergi Bina UMK

Semarang, Jawa Tengah

Rabu, 19/03/2014

NERACA

Semarang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah dalam melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil di Semarang, Jawa Tengah. Pemimpin PNM Cabang Semarang, Nino Achmad Kusuma menuturkan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) merupakan tokoh penting dibalik pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pada kenyataannya terdapat sejumlah permasalahan yang melemahkan daya saing UMKM nasional, antara lain kendala produksi dan promosi, serta sulitnya mengakses pembiayaan formal.

“Oleh karenanya, perlu pelatihan dan pembinaan khusus bagi pelaku UMKM untuk lebih memperhatikan ketiga permasalahan tersebut,” kata Nino di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/3). PNM, lanjut dia, selaku lembaga keuangan non-bank milik Negara mempunyai perhatian khusus terhadap permasalahan UMK yang merupakan mitra utama Perseroan.

Demikian pula dengan Kadin, yang juga mengemban amanat pemerintah memajukan dunia usaha, tidak terkecuali UMK.“Untuk itu, PNM dan Kadin Jawa Tengah melakukan sinergi atau kerjasama dalam hal pembinaan dan pendampingan UMK di wilayah Semarang,” jelas Nino.

Sedikitnya 60 pelaku UMK, yang merupakan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan binaan Kadin Jawa Tengah, bergabung dalam pelatihan yang bertemakan Teknik Cerdas Menjual & Meningkatkan Daya Saing Usaha. Pengisi materi dalam pelatihan UMK tersebut adalah Teguh Purwadi, seorang motivator ternama di jawa Tengah.

PNM Cabang Semarang saat ini membawahi operasional bisnis dari 26 kantor ULaMM, yang terbagi ke dalam 4 klaster wilayah (Pati, Temanggung, Purwodadi, dan Semarang). Kinerja bisnis pembiayaan PNM Cabang Semarang mengalami pertumbuhan 34,8% dalam setahun terakhir, dari Rp92,5 miliar pada Februari 2013 meningkat menjadi Rp124,8 miliar per Februari 2014. Peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut sealras dengan penambahan jumlah nasabah, dari Rp2.162 debitur meningkat 21,6% menjadi Rp2.630 debitur.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PNM, Gung Panggodo menuturkan Jawa Tengah, termasuk Semarang, mempunyai potensi bisnis yang cukup besar, terutama bagi pelaku UMK. Namun, seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat, maka pelaku UMK di Semarang dituntut untuk bisa mengkatkan kualitas produknya sesuai dengan kebutuhan pasar.“Hal ini menjadi tantangan bagi UMKM di Semarang untuk bisa menjadi tuan rumah di wilayah sendiri,” jelas dia.

PNM selaku mitra UMKM, kata Panggodo, punya kepentingan untuk bisa meningkatkan kapasitas dan daya saing dari sektor produktif ini. Tidak hanya dari sisi dukungan pembiayaan, tetapi pelatihan dan pembinaan menjadi tahapan penting yang dilakukan Perseroan untuk bisa melahirkan para pelaku UMKM yang kompetitif di era pasar bebas.

“Menjelang terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, para pelaku UMKM nasional harus cepat berbenah untuk bisa menjaga daya saing produknya dari gempuran produk-produk sejenis dari mancanegara,” tegas dia.

Menurut dia, PNM telah melaksanakan program pengembangan kasitas usaha sejak 2010, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM. Khusus untuk tahun 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258% dibandingkan dengan pencapaian 2012.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya maupun membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat,” jelas Panggodo. [mohar]