Perkuat Modal, Waskita Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Rabu, 19/03/2014

NERACA

Jakarta –Kendatipun sudah mengantungi fasilitas pinjaman perbankan sebesar Rp 3 triliun untuk memperkuat struktur permodalan, namun dirasakan kurang cukup bagi PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Pasalnya, perusahaan konstruksi plat merah ini berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan PT Waskita Karya Tbk, Tunggul Rajagukguk mengatakan, pihaknya tengah mengkaji rencana penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun. Rencananya, penerbitan obligasi Rp 1 triliun akan direalisasikan pada pertengahan Juni tahun ini, “Nantinya, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai ekspansi di bidang energi dan property,”ujarnya di Jakarta, Selasa (18/3).

Untuk penerbitan obligasi sendiri, kata Tunggul Rajagukguk, perseroan akan menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) atau secara bertahap,“Tahun ini dari total Rp1 triliun, mungkin sekitar Rp300 miliar akan ditarik,”ujarnya.

Adapun sejumlah proyek yang akan dibiayai dari dana hasil penerbitan obligasi, salah satunya adalah proyek pembangkit listrik mini hydro berkapasitas 10 megawatt (MW), yang terletak di wilayah Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur. Adapun, dana untuk pembangunan satu pembangkit listrik sekitar Rp180 miliar.

Selain itu, proyek properti yang diberi nama Cawang Satu di wilayah Jakarta Timur. Proyek properti yang diperkirakan selesai pada awal 2015 mendatang ini diharapkan akan menjadi sumber pendapatan berulang bagi perseroan,”Cawang Satu ini nanti akan menjadi sumber recurring income (pendapatan berulang) bagi Waskita. Perkiraan, 2015 sudah selesai konstruksinya,”kata Tunggul Rajagukguk.

Sebagai informasi, perseroan mengklaim telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari beberapa perbankan dengan nilai mencapai Rp 3 triliun. Dari total fasilitas pinjaman sebesar Rp3 triliun tersebut, penyerapannya akan diseusaikan dengan kebutuhan investasi. Adapun, dari kebutuhan modal kerja perseroan pada tahun ini senilai Rp2,4 triliun, hanya sekitar Rp1,5 triliunnya akan dipenuhi dari pinjaman bank,”Kita sudah ada komitmen dari beberapa bank, sekitar Rp3 triliun, namun yang akan ditarik mungkin tidak lebih dari Rp2 triliun. Kita juga masih ada sisa dana IPO sekitar Rp250 miliar,” ujar Tunggul.

Dengan adanya fasilitas pinjaman tersebut, hampir dapat dipastikan ekspansi perseroan pada tahun ini akan berjalan sesuai rencana. Meskipun demikian, Tunggul menuturkan, WSKT akan tetap menjaga rasio keuangannya tetap positif. Terkait dengan marjin laba, Waskita Karya akan tetap menjaga level marjinnya di atas angka 3,8%. Angka itu sama dengan posisi tahun lalu.

Kontrak Baru

Tahun ini, PT Waskita Karya Tbk membidik perolehan kontrak baru hingga Rp18 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 35,34% dari realisasi 2013 sebesar Rp13,3 triliun. Kata Direktur Utama PT Waskita Karya M Choliq, dengan adanya target kontrak baru tersebut, maka target proyek yang akan dikelola oleh perseroan sepanjang 2014 mencapai Rp22,1 triliun,”Perolehan kontrak kita targetkan melonjak dari Rp13,3 triliun menjadi Rp18 triliun di tahun ini, sehingga kontrak yang dikelola sepanjang 2014 adalah Rp22,1 triliun,”tandasnya.

Sementara, dari target perolehan kontrak baru sebesar Rp18 triliun tersebut sudah termasuk dengan kontrak pemerintah yang carry over dari tahun 2013 senilai Rp3,8 triliun. Selain itu, ada pula Rp2,8 triliun telah dilakukan penandatanganan komitmen.

Disebutkan, dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp18 triliun, masih terkonsentrasi pada proyek pemerintah dan proyek swasta besar, seperti jalan tol di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa karena ada Rp3,6 triliun proyek pemerintah yang delay ke 2014.

Menurut Direktur Waskita Karya Adiwibowo, bila dibandingkan tahun lalu, perolehan kontrak dari proyek-proyek pemerintah mengalami penyusutan lantaran banyak dari kontrak-kontrak tersebut yang tertunda. Untuk itu, Adi menjelaskan, pesreroan pada tahun ini akan memanfaatkan momentum tahun politik dengan menggenjot kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah dangan porsi lebih besar,”Kontribusi sektor pemerintah akan meningkat drastis karena ada carry over yang Rp3,6 triliun. Tahun politik digenjot, proyek-proyek pemerintah meningkat cukup drastis karena banyak anggaran-anggaran proyek yang biasanya dimaksimalkan di tahun-tahun politik. Jadi tahun 2014, posisi bergeser kembali, pemerintah akan lebih dominan," jelasnya. (bani)