Kadin: Taiwan Berniat Bangun Pabrik Gadget di Indonesia

Rabu, 19/03/2014

NERACA

Jakarta - Wakil Ketua Umum Bidang IT, Telekomunikasi, Penyiaran, dan Ristek Kadin Indonesia Didi Suwondo menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menjembatani kemungkinan mendatangkan perusahaan manufaktur asal Taiwan, Chunghwa, ke Indonesia untuk membangun pabrik komputer tablet di Tanah Air. "Kami sedang menjajaki kerja sama dengan Chunghwa, perusahaan BUMN Taiwan," kata Didi di Jakarta, Selasa (18/3).

Menurut Didi, kerja sama tersebut bagian dari rencana pemerintah dan perusahaan swasta yang tergabung dengan Kadin Indonesia untuk ikut mendukung dunia pendidikan di Indonesia. “Menurut rencana, komputer tablet tersebut akan dipasok untuk pelajar SD hingga SMA. Pemenuhan perangkat komputer sejalan dengan semangat meningkatkan kualitas pendidikan nasional,” katanya.

Didi menjelaskan, untuk merealisasikan kerja sama tersebut, Kadin Indonesia akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Perindustrian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Dalam jangka panjang realisasi pabrik tersebut dapat memproduksi tablet hingga 23 juta unit,” ujarnya.

Meski begitu Didi belum menyebutkan berapa investasi yang akan disiapkan untuk membangun pabrik tablet yang dimaksud, karena masih dalam penjajakan. Ia hanya menjelaskan, perusahaan Indonesia yang siap bermitra dengan Chungwha sudah menyiapkan lahan yang akan menjadi lokasi pabrik di salah satu kawasan industri di Timur Jakarta.

Pada kesempatan itu, Didi menuturkan kerja sama dengan Chunghwa tersebut tidak ada kaitannya dengan belum kunjung terealisasinya Foxconn, perusahaan manufaktur asal Taiwan untuk membangun pabrik perangkat TI di Indonesia.

Sebelumnya, telah ada Hon Hai (Foxconn) yang telah sepakat untuk membangun pabrik di Indonesia. Hal tersebut setelah beberapa kali melakukan negosiasi di sejumlah kota di Indonesia dan melakukan studi selama dua tahun, Foxconn akhirnya memilih pembangunan di ibukota. Keputusan ini diperkuat dengan pendatanganan nota kerja sama antara Chairman Foxconn Terry Gou dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Terry mengungkapkan pihaknya melihat suatu bentuk keseriusan dari Pemda DKI Jakarta dalam membantu menggarap pabrik dari perusahaan manufaktur asal Taiwan tersebut. Ia pun juga mengungkapkan Jokowi mengirim tim ke Taiwan untuk menemui dirinya akan kepastian investasi tersebut. “Minggu lalu Jokowi mengirim tim ke Taiwan untuk mengkonfirmasi apakah saya akan investasi di Jakarta atau tidak. Jokowi begitu serius, jadi tak hanya sebatas bicara,” ujar Terry.

Upaya keseriusan Jokowi yang diutarakan oleh Terry tadi nyatanya tak sia-sia. Perusahaan yang di Indonesia juga bekerjasama dengan Erajaya tersebut setuju mengucurkan dana investasi sebesar US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 12 triliun untuk pembangunan pabrik di Jakarta. Dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan Foxconn berencana membangun berbagai fasilitas, termasuk untuk eperluan Research and Development (R&D) dan perakitan komponen. Tiga bulan lagi pihak Foxconn akan memberikan rencana detil tentang investasinya ini.

Pihak Foxconn menganggap provinsi DKI Jakarta sebagai wilayah yang memiliki jaringan infrastruktur paling baik dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya yang sempat dijajaki oleh Foxconn beberapa waktu sebelumnya. Berkenaan dengan lokasi yang akan dipakainya nanti, kabarnya Pemda DKI Jakarta juga telah menyiapkan lahan seluas 200 hektar di wilayah kawasan khusus industri yang berlokasi di Jakarta Utara.

Tujuan Investasi

Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani mengatakan, Indonesia diyakini akan menjadi salah satu kontributor utama bagi ekonomi ASEAN pada 2014. Dalam kaitannya dengan aktivitas investasi, Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi yang menarik, terutama bagi industri otomotif dan gadget elektronik.

“Pertumbuhan kelas menengah Indonesia akan menumbuhkan kepercayaan yang tinggi di kalangan investor. Pada akhir 2013, populasi kelas menengah Indonesia bertumbuh hampir 50 kali lipat, dan diperkirakan akan mencapai populasi 150 juta orang pada 2014, membawa Indonesia sebagai salah satu pasar yang sangat menarik di dunia. Pendatang baru di kelas ekonomi Indonesia tersebut diyakini memiliki kecenderungan konsumsi yang tinggi,” ujarnya.

Indonesia adalah negara dengan optimisme ekonomi tertinggi kedua di ASEAN, mengungguli Vietnam (40%), Singapura (24%), Malaysia (20%), dan Thailand (-20%). Hasil riset Grant Thornton International Business Report (IBR) menunjukkan peningkatan yang tajam pada optimisme bisnis terkait dengan kondisi ekonomi Indonesia untuk kurun waktu 12 bulan mendatang pada 2014.

Menurutnya, melihat pertumbuhan yang pesat pada kelas populasi yang dimaksud, Indonesia diharapkan akan mencetak rekor penjualan mobil baru. Total penjualan otomotif diharapkan akan meningkat 10%, setara dengan penjualan 1,3 juta unit kendaraan pada 2014.

Dalam industri gadget, Indonesia adalah negara dengan pasar nomor empat terbesar di dunia dengan 278 juta pengguna. Lebih dari 60 juta mobile gadget terjual di Indonesia selama 2013, dengan tingkat penetrasi 114%. “Pasar ini ‘disetir’ oleh social media,” tambah gani.