Ingin Pimpin Pasar AC, LG Resmikan Pabrik Baru

Rabu, 19/03/2014

NERACA

Bekasi - Pasar Air Conditioner (AC) di Indonesia semakin berkembang, diperkirakan pertumbuhan AC di Indonesia mampu mencapai 13% setiap tahunnya. Hal tersebut dimanfaatkan PT. LG Electronics Indonesia (LG) untuk membuat pabrik baru yang terletak di Cibitung, Bekasi. Pabrik dengan luas 9.900 meter persegi tersebut kini telah mampu memproduksi AC yang sebelumnya lebih banyak diimpor dari Thailand.

Head of Production Departement LGE Indonesia Yanus SKP mengatakan dengan diresmikannya pabrik baru tersebut, kini untuk memenuhi permintaan AC di dalam negeri tidak perlu lagi impor. "Sebelumnya masih impor 100% dari Thailand, karena LG punya pabrik disana. Akan tetapi dengan adanya pabrik baru maka permintaan di dalam negeri bisa dipenuhi lewat pabrik di Cibitung," ungkap Yanus saat ditemui di pabrik LG, Cibitung, Bekasi, Selasa (18/3).

Yanus mengatakan saat ini produksi pabrik mencapai 2.500 per hari atau 250 ribu per tahun. Dalam 1 tahun kedepan, sambung Yanus, kapasitas produksi akan ditambah menjadi 500 ribu per tahun dan 2 tahun mendatang bisa mencapai 1 juta set AC yang dapat diproduksi. "Untuk pengembangan pabrik mencapai US$8 juta. Sejauh ini, pabrik telah menyerap tenaga kerja sebanyak 81 orang. Dan sesuai dengan target produksi maka nantinya juga akan ada peningkatan kapabilitas di 3 tahun ke depan," tuturnya.

Meski telah dibuat di dalam negeri, Yanus mengatakan ada beberapa komponen yang mesti didatangkan dari China dan Korea. Komponen tersebut antara lain kompresor, VSB komponen dan plant kondensor. "Perbandingannya 70% dalam negeri dan 30% masih impor. Kita lebih menekankan kandungan lokal agar produksi tepat waktu dan mudah mengontrol kualitasnya," tambahnya.

Head of Product Marketing Residential AC LGE Indonesia Eddy Darmawan mengatakan pasar AC di Indonesia semakin berkembang. Pihaknya memprediksi permintaan AC di dalam negeri akan mencapai 3 juta unit setiap tahunnya. Ia mengklaim bahwa saat ini LG telah menjadi pemimpin di pasar AC dengan penguasaan pasar mencapai 25,5%. "Dengan adanya pabrik baru maka kita menargetkan bisa meningkatkan market share. Adanya pabrik di dalam negeri juga akan meningkatkan daya agresivitas perusahaan untuk terus menjadi yang terdepan di tahun mendatang," ujarnya.

Menurut dia, permintaan akan pendingin udara atau AC akan semakin meningkat seiring dengan bertumbuhnya sektor properti seperti apartemen atau perumahan. "Saat ini tidak hanya perumahan saja yang membutuhkan AC, akan tetapi restoran hotel dan apartemen juga membutuhkan AC. Apalagi jika cuaca semakin panas. Pada 2013, nilai market AC mencapai Rp7 triliun, nantinya pada 2014 akan meningkat menjadi Rp8 triliun," jelasnya.

Eddy menyatakan LG telah memimpin pasar di produk AC sejak 200/ hingga sekarang. Menurut dia, ada beberapa penyebab mengapa produk LG bisa menguasai pasar di Indonesia. Pertama, kata dia, LG membangun infrastruktur seperti kantor cabang di seluruh Indonesia dan jaringan distribusinya. Kedua, upaya pelayanan dan service tetap jadi andalan. Dan ketiga, membuat inovasi produk setiap tahunnya sebagai upaya mengikuti tren pasar dan memenuhi pasar Indonesia.

Sebagai tahap awal, pabrik ini bakal bertanggungjawab bagi produksi pendingin ruangan dengan tipe standar yang berkapasitas 1/2 PK, 3/4 PK dan 1 PK. "Kami sengaja merancang seperti itu karena AC tipe standar dengan kelebihan utama pada tingkat harganya yang lebih terjangkau dan memiliki kontribusi penjualan terbesar dari seluruh kategori AC LG yang dipasarkan di Indonesia dengan presentase 60%. Sementara secara nasional, kategori AC standar ini memiliki porsi 65% dari seluruh pasar AC dalam negeri," katanya.

Khusus mengenai inovasi produk terbaru bagi produk pendingin ruangan, sambung Eddy, saat ini perusahaan tengah mempersiapkan Ac dengan terobosan terbaru pada teknologi hemat listrik. Dikatakan dia, menjadi sebuah terobosan karena AC ini menawarkan empat pilihan tingkat konsumsi listrik dalam satu perangkat. “Dengan opsi tingkat konsumsi listrik berbeda, bakal memberikan keluasan bagi pengguna untuk mengatur penggunaan sebuah unit AC sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Meksipun belum menyebut detail lebih lengkap, LG menyatakan produk pendingin ruangan terbarunya akan mulai masuk pasar Indonesia pada kisaran awal April mendatang. “Langkah besar LG untuk memproduksi AC di dalam negeri berpadu dengan konsistensi perusahaan untuk terus melakukan pengembangan teknologi baru dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai gaya hidupnya, membuat kami optimis untuk terus dapat menjadi pilihan utama dalam hati konsumen di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.