Kemenkop Terus Genjot Inkubator Bisnis

Jakarta - Pertumbuhan inkubator bisnis di Indonesia mengalami keterlambatan jika dibandingkan dengan negara lain namun pemerintah sedang berupaya mengejar ketertinggalan itu, kata Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo.

"Kita memang terlambat tapi dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 2013 maupun Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) Menteri Koperasi dan UKM, diharapkan dapat lebih menciptakan dan mengembangkan serta menumbuhkan wirausaha baru dan penguatan kapasitas wirausaha pemula (start up) yang berdaya saing tinggi," kata Braman Setyo di Jakarta, Senin.

Pihaknya sendiri telah menggandeng 20 Inkubator Bisnis untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan inkubator wirausaha yang kini harus menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Presiden selambat-lambatnya dalam waktu dua tahun, khususnya standar penyelenggaraan inkubator wirausaha.

Ia mengakui, sampai saat ini, program inkubator sebagian besar masih dilakukan oleh perguruan tinggi saja. "Tapi dengan adanya Perpres dan NSPK, Inkubator dapat diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha atau masyarakat," katanya.

Inkubator bisnis merupakan lembaga yang memberikan program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan/pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan yang profitable.

Selain itu juga agar usaha memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi perusahaan yang sustainable, hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat. "Kesuksesan penyelenggaraan inkubator wirausaha dapat diukur dengan sejauh mana keberhasilan maupun kegagalan UKM tenant selama diinkubasi oleh inkubator baik in wall maupun out wall," katanya.

Selama ini sukses tidaknya inkubator bisnis dinilai dari berapa banyak jumlah UKM tenant yang lulus inkubasi, adanya peningkatan pendapatan tenant, jumlah tenaga kerja, omzet, aset, produktivitas maupun pangsa pasar.

Braman berpendapat, keberhasilan proses inkubasi, sangat tergantung dari pembimbing dalam melakukan inkubasi terhadap UKM tenant. "Pendampingan perlu metode, mulai dari awal, yaitu dengan mendiagnosis ide bisnis, sampai dengan kemampuan UKM tenant mengakses legalitas produknya maupun pembiayaannya," katanya.

BERITA TERKAIT

Kemenkop Beri Penghargaan Wirausaha Pemula Award 2017 Bagi 7 UKM

Kemenkop Beri Penghargaan Wirausaha Pemula Award 2017 Bagi 7 UKM NERACA Surabaya – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan…

Agenda Mewujudkan Keadilan Ekologis Harus Terus Dijalankan

Agenda Mewujudkan Keadilan Ekologis Harus Terus Dijalankan WALHI beserta seluruh elemen rakyat deklarasikan Platform Politik Lingkungan Hidup Indonesia NERACA Jakarta…

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017 NERACA Bandung - Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan menjelang akhir…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Sekda: Pembangunan KEK Sumsel Terus Berlanjut

Sekda: Pembangunan KEK Sumsel Terus Berlanjut NERACA Palembang - Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan Nasrun Umar mengatakan, pembangunan kawasan ekonomi…

Tangerang Luncurkan Perizinan Melalui Daring

Tangerang Luncurkan Perizinan Melalui Daring NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, meluncurkan perizinan mengunakan daring (online) sehingga memudahkan warga…

Pemkab Lebak Gandeng Perusahaan Tingkatkan Kualitas UMKM

Pemkab Lebak Gandeng Perusahaan Tingkatkan Kualitas UMKM NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggandeng PT Indomarko dan PT Pos…