Pemkot Bertekad Wujudkan "Kota Wirausaha"

Kota Sukabumi

Rabu, 19/03/2014

Sukabumi- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi bertekad akan menjadikan Kota Sukabumi sebagai Kota Wirausaha. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemkot Sukabumi menggandeng pihak Perbankan se-Kota Sukabumi dalam permodalan bagi UKM.

Selain itu Pemkot juga menargetkan penyerapan sebanyak 25 ribu lapangan kerja hingga lima tahun ke depan. Penyerapan tenaga kerja sebanyak itu merupakan upaya dalam mewujudkan Kota Sukabumi sebagai Kota Wirausaha.

Wakil Walikota Sukabumi H Ahmad Fahmi mengatakan, dibutuhkan partisipasi instansi terkait dalam mendukung program yang digulirkan Pemerintah Propinsi Jawa Barat tersebut. Sebab, tanpa keterlibatan instansi terkait seperti perbankan, Kamar Dagang Dan Industri (Kadin), pengusaha serta Deskranasda, keberhasilan program tersebut tidak seperti yang diharapkan.

“Jadi, setiap tahun harus tersedia sebanyak 5000 lapangan kerja untuk mecapai target,”ujar Fahmi usai memberikan materi pada acara Rakor perbankan dengan KUMKM dalam mewujudkan Kota Sukabumi sebagai Kota Wirausaha di Aula Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Sukabumi, Selasa (18/3). Acara tersebut dibuka Walikota Sukabumi, HM.Muraz.

Fahmi mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi. Untuk itu, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus didorong agar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi.

Jika sebelumnya Pemkot Sukabumi membantu dari sisi infrastruktur, maka program penyediaan lapangan kerja melalui wirausaha merupakan upaya dari sisi ekonomi. “Nah, perbankan juga harus siap memberikan pinjaman modal dengan bunga yang sangat rendah,” jelasnya.

Memang, kata Fahmi, masing-masing perbankan memiliki kebijakan tersendiri dalam meminjamkan permodalan kepada UMKM. Namun, pinjaman dengan bunga rendah yang digulirkan oleh perbankan akan memacu pertumbuhan wirausaha baru, sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja.

Selain perbankan, lanjut Fahmi, Pemkot juga meminta peran Kadin sebagai pendamping pembinaan manajemen, sehingga pelaku usaha baru dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Sementara itu Kepala BJB Cabang Sukabumi, Danis Hatmaja didampingi Manager Komersil BJB Cabang Sukabumi, Heru Baharudin mengatakan, siap membantu permodalan bagi UMKM untuk mendorong program tersebut. Dia menyatakan, BJB Cabang Sukabumi telah meluncurkan Program Kredit Cinta Rakyat (KCR) dengan agunan ringan. Khusus untuk KCR, agunannya hanya 40 persen dari total pinjaman.

Diungkapkan, BJB telah mengucurkan sebesar Rp7,6 miliar kepada sebanyak 246 pelaku UMKM sejak Program KCR digulirkan pada Desember 2011. Sedangkan bantuan modal maksimal Rp50 juta dengan kredit macet di bawah batas maksimal yakni 5 persen.

Danis menambahkan, pihaknya sampai sekarang terus melakukan pembinaan dengan para UMKM. ”Kita sering mengumpulkan para UMKM sehingga bila ada permasalahan kita langsung bantu, baik itu dari segi permodalan ataupun kemudahan dalam perpanjangan jangka waktu kreditnya. Makanya dengan adanya Rakor ini sangat terbantu sekali”, tegas dia.