Komisi C Tunda Mega Proyek Milik Chevron - DPRD Kabupaten Kuningan

Kuningan – Paska desakan penolakan Chevron dari warga seputar Gunung Ciremai, Komisi C DPRD terus menggelar rapat dengan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) maupun rapat intern komisi.

Sesuai desakan warga juga, Komisi C pada Selasa (18/3), menggelar kembali rapat intern dan mengeluarkan rekomendasi untuk pimpinan. Rekomendasi tersebut berisi beberapa poin atas penundaan mega proyek yang akan digarap oleh perusahaan asing milik Amerika.

Rekomendasi itu, diantaranya menunda terlebih dahulu Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT Chevron untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi geothermal di Kuningan. Kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam melakukan pembangunan mega proyek geothermal harus melibatkan steakholder (termasuk masyarakat) yang berpotensi terena dampak di Kuningan.

Lalu Komisi C juga merekomendasikan, ekspolitasi itu terlebih dahulu harus mendapatkan persetujaun DPRD Kuningan sebelum mega proyek dilakukan. “Karena bagaimanapun, puluhan desa dan berarti ribuan warga akan terusik dengan proyek ini. Jangan sampai hak hidup, hak sosial, hak ekonomi dan hak lainnya sebagai warga menjadi terganggu,” ujar Ketua Komisi C, Nuzul Rachdy, kepada Lensakuningan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Rana Suparman, berharap para pemangku kebijakan di Indonesia sadar dan membuka matanya untuk melihat kepentingan masyarakat dan kecintaan kepada bangsanya sendiri. Persoalan yang mencuat adalah persoalan rakyat, dan bukan main-main. Warga yang datang menolak Chevron adalah karena didorong oleh rasa kecintaan terhadap bangsanya sendiri.

“Maka dari itu, Saya tidak akan banyak bicara, harus mencari keputusan yang tidak bisa ditawar-tawar kembali. Saya yakin, ini adalah sebuah proses keinsafan bersama, wahai pemangku kebijakan yang ada di TNGC (Taman Nasioanl Gunung Ciremai), dan yang ada di Chevron, dengarkanlah jeritan rakyat Kuningan. Keputusan ini harus dilandasi oleh keinsafan bersama,” paparnya.

Diperoleh keterangan, rencana geothermal (panas bumi) sendiri diwacanakan sejak tahun 2008. Di Jawa Barat ada tujuh kabupaten yang mempunyai potensi panas bumi tersebut, salah satunya Kabupaten Kuningan, di seputar kawasan Gunung Ciremai. Ada beberapa wilayah yang potensi, diantaranya, Pajambon, Ciniru Jalaksana, Pasawahan dan Sangkanhurip.

Baru pada awal tahun 2014, ternyata perusahaan yang memenangkan tender megaproyek itu PT. Chevron. Kemenangan perusahaan raksasa didengar oleh warga Kuningan, terutama warga yang kesehariannya menggantungkan dari lingkungan Ciremai, baik sosial, ekonomi maupun tempat tinggalnya. Mereka khawatir, Chevron akan mengeruk habis-habisan potensi Ciremai hingga warga tidak lagi diberi kebebasan hidup (sosial, ekonomi, tempat tinggal).

“Kita sedang dijajah. Asing enak-enak hidup dan mengeruk keuntungan dari Ciremai, sedikit demi sedikit dan lama kelamaan apapun potensi Ciremai akan diambilnya. Lalu Kita, warga kecil mau diapakan?, diusir secara perlahan?, dan tidak kebagian apa-apa?. Pemerintah Kita sudah buta..,” ujar Zaki, Koordinator Gempur saat berorasi di dewan.

Related posts