Komite SMPN 3 Kota Depok Siap Bantu Sekolah

Rendahnya Kualitas Pendidikan Akibat Masalah Ekonomi

Rabu, 19/03/2014

Depok - Salah satu yang krusial masalah terus menurunnya kualitas output nilai akhir siswa usai menjalani pendidikan di SMPN 3 Kota Depok, adalah karena masalah Ekonomi yang terkait dengan biaya pengeluaran siswa, operasional sekolah dan produktivitas ataf pengajar. Hal inilah yang membuat Komite Sekolahnya "terpanggil" untuk membantu kembalikan citra sekolah ini yang terkemuka secara nasional bahkan di ASEAN. Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh NERACA dari berbagai sumber.

Diakui Kepala Sekolah SMPN 3 Depok, Komar Suparman, MPd, bahwa kesulitan perekonomian yang terus berlanjut saat ini membuat adanya kebijakan yang melarang adanya berbagai pungutan dari orangtua murid. "Apalagi secara nasional sudah dibuat dan harus dilaksanakan adanya kebijakan Wajib Belajar sembilan tahun, serta kebijakan daerah yang meminta hal ini juga hingga 12 tahun," tuturnya.

Akibatnya, banyak materi kurikulum yang harus dituntaskan selama proses belajar mengajar, mengalami kendala pembiayaan yang sebelumnya sudah berjalan rutin dikelola Komite Sekolah.

Dikatakannya, kendati dalam Undang Undang Pendidikan, Kewenangan Otonomi Sekolah sudah ada payung hukum boleh ada partisipasi masyarakat dalam membantu kesulitan dana, hal ini juga tidak bisa dijadikan kebijakan Kepala Sekolah. "Saya melarang jika Komite mengusulkan untuk adanya kebijakan umum membebankan setiap murid dalam hal dana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas siswa dalam hasil pembelajarannya. Kecuali ada secara pribadi orangtua murid yang mampu menyumbangkan dananya bantuannya ke sekolah," tandas Komar.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ketua Komite SMPN 3 Kota Depok, Ir Hari Purnama yang baru terpilih menggantikan kepengurusan yang lama, akan membantu sepenuhnya untuk mengembaliolkan citra sekolah ini yang pernah mendapat sekolah terbaik di tingkat nasional dan dikenal di ASEAN. "Saya dengan jajaran kepengurusan baru sekarang semakin solid dan akan berusaha mencari dana tanpa harus membebani orangtua murid yang kurang mampu," katanya menjanjikan.

Dijelaskan Hari, masalah dan kondisi lama adalah motivasi yang makin menumbuhkan kepedulian pihaknya sebagai orangtua murid dengan mengatasi masalahnya melalui azas gotong royong. "Artinya yang mampu menolong yang tidak mampu, yang serasi, selaras dan seimbang dan sinergi yang bermanfaat bersama dalam satu kesatuan yang utuk proses belajar mengajar," tambah Hari.

Sementara Sekretaris Komite, Titiana menjelaskan, dalam waktu dekat jajaran pengurus Komite yang baru disahkan dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah, akan menata organisasi resmi mitra sekolah ini agar lebih baik dari sebelumnya. "Kami akam berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan citra baik SMPN 3 Depok yang harum kualitas pendidikannya di tingkat nasional. Kami akan susun program yang berorientasi dengan kurikulum pendidikan 2013. Kemudian mensinergikannya dengan visi dan misi sekolah serta target yang hendak dicapai jangka pendek, menengah dan panjang sesuai skala prioritasnya," ujar Titiana berharap dan mohon doanya.