Tidak Likuid, Multi Indocitra Rajin Dividen

Meskipin saham PT Multi Indocitra Tbk (MICE) tidak banyak ditransaksikan dan bahkan sahamnya tidak likuid. Namun perseroan selalu rutin membagikan dividen dan juga nyaris stabil, “Dahulu MICE selalu membagikan dividen sekitar Rp40 per saham hingga Rp45, namun sejak dua tahun terakhir dividennya diturunkan menjadi Rp20 hingga Rp24 karena perusahaan sedang berekpansi," kata Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe di Jakarta, Senin (17/3).

Menurutnya, karena saham MICE tidak likuid maka investor juga tidak bisa menaruh banyak uang di saham MICE. Pasalnya, saat ini jika ingin lebih aman, tentunya pilihan yang tepat adalah investasi di deposito dengan bunga lebih dari 6% setahunnya.

Disebutkan, PT Multi Indocitra Tbk adalah perusahaan yang bergerap pada produksi dan distribusi barang-barang konsumen dengan merek Pigeon dan Sanrioini. Dimana produk ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Belakangan juga, perseroan ekspansi dengan menjadi pemegang lampu hemat energi merek Hori.

Kata Kiswoyo, dengan harga saham MICE di Rp402 per lembar, jika dividen MICE rutin di level Rp24, maka rasio dividen terhadap harga sahamnya adalah sekitar 6%. Tentunya, kalau dibandingkan dengan BI Rate saat ini yang berada di level 7,5%, maka dividen ini masih kalah,”Namun bagi kita di sektor ritel dengan uang sedikit, maka uang tabungan kita di bank pasti dapat bunga tabungannya setahun lebih kecil dari 6%. Kalau uang kita banyak maka kita bisa taruh di deposito yang bunganya bisa jauh diatas 6%," jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Bisnis Angkutan Bis Lorena "Tidak Bertenaga" - Catatkan Rugi Rp 17,66 Miliar

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan raport merah. Ketatnya persaingan bisnis…

KPPU: Ormas Tidak Berhak Larang Ojek Daring

KPPU: Ormas Tidak Berhak Larang Ojek Daring NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai organisasi kemasyarakatan (Ormas) seperti…

Regulator Tidak Akan Beratkan Pelaku Industri

Regulator Tidak Akan Beratkan Pelaku Industri Pangsa pasar IoT di Indonesia diprediksi mencapai Rp444 triliun pada tahun 2022 dengan lebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…