Pergerakan IHSG Berpeluang Menguat

Selasa, 18/03/2014

NERACA

Jakarta –Setelah sempat menembus rekor tertinggi di level 4.878, akhirnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, ditutup terkoreksi tipis 2,455 poin (0,05%) ke level 4.876,188. Sementara Indeks LQ45 berkurang 2,228 poin (0,27%) ke level 828,440.

Maraknya aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal menjadi pemicu melemahnya indeks BEI, kendatipun sebaliknya investor asing malah memburu beli saham sampai nilainya lebih dari Rp 2 triliun. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih akan bergerak di zona hijau seiring dengan optimisme pelaku pasar terkait dengan momentum pemilu yang berjalan aman dan damai.

Disamping itu, efek politik pencalonan Joko Widodo sebagai capres dari PDI-P pada pemilu tahun 2014 masih memberikan sentiment positif terhadap indeks BEI. Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign buy) senilai Rp 2,049 triliun di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 323.470 kali pada volume 7,766 miliar lembar saham senilai Rp 11,294 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 146 saham turun, dan 89 saham stagnan. Bursa-bursa regional berakhir mixed. Pelaku pasar merespons negatif ketegangan antara Ukraina dan Rusia selepas referendum.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 193.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 16.500, dan Pioneerindo (PTSP) naik Rp 500 ke Rp 6.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 30.025, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 725 ke Rp 48.275, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 69.300, dan BRI (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 10.000.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 10,436 poin (0,21%) ke level 4.889,079. Sementara Indeks LQ45 turun 1,137 poin (0,14%) ke level 829,531. Aksi beli terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Tapi masih ada saham yang kena aksi ambil untung di sektor konsumer, infrastruktur, dan perbankan membuat penguatan IHSG jadi terbatas.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 186.722 kali pada volume 4,542 miliar lembar saham senilai Rp 6,591 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 114 saham turun, dan 84 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia rata-rata masih merah hingga sesi siang gara-gara tertekan sentimen negatif pasar global. Bursa saham Singapura menemani BEI di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 1.500 ke Rp 193.500, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 1.025 ke Rp 17.025, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.025 ke Rp 6.225, dan Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 24.850. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 30.025, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 475 ke Rp 48.525, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 69.250, dan BRI (BBRI) turun Rp 325 ke Rp 9.975.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 8,72 poin atau 0,18% menjadi 4.887,36 di tengah mayoritas bursa saham Asia yang terkoreksi, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,26 poin (0,27%) ke level 832,93,”Indeks BEI dibuka menguat pada awal pekan, namun cenderung terbatas karena sentimen bursa saham Asia cenderung kurang mendukung," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Menurut dia, jika kondisi eksternal itu dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung maka indeks BEI akan terkoreksi, dengan demikian eforia politik yang sempat menjadi salah satu penopang IHSG pada akhir pekan lalu bersifat jangka pendek."Meski ada harapan penguatan lanjutan, namun dengan penguatan yang terjadi secara signifikan di akhir pekan kemarin akan membuat rawan ambil utung," katanya.

Dia mengatakan, pelaku pasar patut tetap waspada, kinerja dan valuasi secara fundamental emiten agar tetap diperhatikan dalam melakukan akumulasi saham. Sementara Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan, pergerakan IHSG dalam pekan ini akan dipengaruhi oleh faktor yang muncul baik dari dalam negeri maupun luar negeri,”Dipekirakan sentimen eksternal lebih mendominasi dibandingkan dari dalam negeri. Namun, sentimen internal dapat mengurangi tekanan dari faktor eksternal," tuturnya.

Dia mengatakan, pemerintah dan BI optimistis Indonesia mampu menekan defisit transaksi berjalan, meski lembaga pemeringkat Fitch Ratings memprediksi defisit transaksi berjalan Indonesia pada tahun ini sebesar 3,1%.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 36,11 poin (0,17%) ke level 21.503,38, indeks Nikkei turun 29,14 poin (0,20%) ke level 14.299,68 dan Straits Times menguat 1,98 poin (0,07%) ke posisi 3.076,40. (bani)