PTPP Agresif Garap Proyek PLN

NERACA

Jakarta- PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengaku tengah fokus mengerjakan beberapa proyek EPC di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Yang teranyar, perseroan baru saja menyelesaikan pembangunan proyek Storage Compressed Natural Gas (CNG) Plant Muara Tawar. Proyek ini merupakan Konsorsium PT PP, PT Odira, dan PT Adcomp.

Direktur Utama PTPP, Bambang Triwibowo mengatakan, proyek tersebut merupakan pembangunan CNG Plant PLN yang terbesar di Indonesia. Luas lahan untuk proyek CNG Plant Muara Tawar adalah sebesar 6.000 meter per segi, yang berlokasi di Kompleks PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 508 miliar yang dimulai Juli 2013. “Ruang lingkup proyek EPC ini terdiri dari penyiapan lahan dan pondasi, fasilitas dan peralatan proses kompresi, piping, penyimpanan serta dekompresi gas.” katanya di Jakarta, Senin (17/3).

Selain itu, sambung dia, perseroan juga sedang mengerjakan beberapa proyek EPC di PT PLN antara lain PLTG Bangkanai 155 MW di Kalimantan Tengah, PLTGU Tanjung Uncang 120MW di Batam, dan PLTMG Pesanggaran 200 MW di Bali. “Di samping itu, sebagai investor PTPP juga memiliki Independent Power Producer (IPP) PLTG 60 MW di Talang Duku yang sudah beroperasi, PLTU 2 x 7 MW di Lampung yang direncanakan beroperasi Mei 2014 dan PLTMH 10 MW di Lau Gunung Sumatera Utara yang sedang dalam tahap konstruksi”, jelasnya.

Pihaknya mencatat, sampai dengan pertengahan Maret 2014, perseroan telah mengantongi kontrak baru Rp2,7 triliun. Nilai tersebut disumbang dari Wang Residence Citicon di Jakarta Rp400 miliar, Kutai Coal Terminal 770 mIliar, Sawangan Mall di Depok Rp900 miliar, Hotel Amni di Medan Rp120 miliar, Hotel Dompu Mangadoro di NTT Rp350 miliar, Cristian Center Nunukan di Kalimantan Utara, dan RSUD Balikpapan di Kalimantan Timur.

Sepanjang tahun ini, PTPP menargetkan kontrak baru sebesar Rp 24 triliun, atau 122,55% dari realisasi perolehan tahun 2013 sebesar Rp 19,58 triliun. Angka tersebut belum termasuk carry over tahun 2013 sebesar Rp 21,93 triliun. Sementara itu, untuk mendukung bisnis perseroan di tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 446 miliar yang bersumber dari cadangan modal dan sisa dana IPO.

Anggaran dana belanja modal tersebut, tercatat jauh lebih tinggi dari realisasi tahun 2013 sebesar Rp 202 miliar. Diketahui, selain fokus di bisnis EPC, perseroan juga tengah memperkuat bisnis di sektor properti. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) bersama PT Jamsostek (Persero) berniat akan mendirikan anak usaha berupa property company. Nantinya, anak usaha tersebut akan menangani pembangunan properti di kawasan Rasuna Said Kuningan.

Rencananya, lahan di kawasan Rasuna Said Kuningan tersebut akan dibangun perkantoran dengan tinggi 26-30 lantai. Untuk tahap awal akan dibuat feasibility study lalu dilanjutkan dengan legal aspeknya, ”Pembangunannya akan memakan waktu paling lama 1,5 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja anak usahanya, perseroan belum lama ini telah melakukan pemisahan atau spin off atas divisi properti. Anak usaha ini pun langsung diproyeksikan untuk melantai di bursa efek pada akhir tahun 2014. Direktur Keuangan PTPP, Tumiyana pernah bilang, pihaknya berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO/initial public offering) pada kuartal IV tahun depan, “Akhir tahun depan kan pas umur setahun. Rencana yang dilepas sebanyak 30% - 35% saham perusahaan," ungkapnya. (lia)

Related posts