Blitzmegaplex Tawarkan Rp 2.800 Per Saham

Go Public di Kuartal Pertama

Selasa, 18/03/2014

NERACA

Jakarta –Guna mendanai pengembangan usaha, pemilik dan pengelola bioskop Blitzmegaplex, PT Graha Layar Prima berencana menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di kuartal pertama tahun ini. Perseroan menawarkan saham perdana di kisaran Rp 2.800 hingga Rp3.300 per saham.

Direktur Utama Indopremier Securities selaku penjamin emisi, Moleonoto The mengatakan, dalam prosesi itu perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 140 juta saham Kelas C atau setara sebanyak 46,11% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO,”Saham baru yang kita lepas sebanyak-banyaknya 140 juta lembar saham seri C. Harga kita tawarkan di harga Rp2.800 hingga Rp3.300 per saham,”ujarnya di Jakarta, Senin (17/3).

Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa dalam prosesi akbarnya tersebut, Graha Layar Prima diperkirakan dapat menggalang dana segar hingga sebesar Rp392 miliar hingga Rp462 miliar. Sementara

Direktur Graha Layar Prima, Bratanata Perdana mengatak, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan dalam bentuk belanja modal pembangunan tujuh bioskop baru. Di mana bioskop-bioskop tersebut akan tersebar di beberapa kota di Indonesia,”Potensi industri bioskop di Tanah Air sangat menjanjikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, lahirnya kelas menengah yang cukup signifikan dan tren positif film nasional seperti pencapaian yang didapat dari film The Raid, Habibie Ainun dan 5cm," katanya.

Kata Bratanata, 10 dari 33 provinsi dan 450 dari 497 kota belum memiliki bioskop. Kondisi ini, menurutnya, sebagai peluang ekspansi bisnis bioskop di Tanah Air. Lebih dari hanya ekspansi bioskop baru, perseroan juga mengembangkan teknologi yang akan memberikan pengalaman baru bagi penonton Tanah Air. Salah satunya teknologi 4DX yang sudah dibuka di Grand Indonesia dan Mall of Indonesia, dan juga akan dibuka dibeberapa bioskop blitz lainnya.

Perseroan yang bergerak di pertunjukan film, penyediaan makanan dan minimum serta jasa rekreasi dan hiburan, telah membukukan pendapatan pada laporan keuangan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2013 sebesar Rp228,6 miliar atau naik sebesar 40% dibandingkan periode sama 2012 sebesar Rp163,02 miliar.

Dalam aksi IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Diketahui, perseroan dan penjaminan pelaksana emisi Efek merencanakan periode bookbuilding pada 17-21 Maret 2014 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 11 April 2014. (bani)