Mitra Pinasthika Restrukturisasi Unit Usaha

Dorong Efektifitas Bisnis Usaha

Selasa, 18/03/2014

NERACA

Jakarta- Dengan alasan efektivitas, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melakukan restrukturisasi anak usahanya. Perseroan melakukan kesepakatan dengan JACCS Co.Ltd. , PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMF), dan PT Sarana Artha Finance (SAF) untuk menggabungkan MPMF dan SAF sebagai satu entitas usaha.

Sekretaris perusahaan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Zahnia mengatakan, perseroan telah menandatangani perjanjian pokok pada 17 Maret 2014. Dalam komposisi kepemilikan sahamnya, perseroan tercatat sebagai pemegang dari 538.082 saham yang mewakili 99,99% dari modal disetor dan ditempatkan MPMF, dan pemegang 226,169 saham yang mewakili 60,00% dari modal disetor dan ditempatkan SAF.

Sementara itu JACCS adalah pemegang 150.780 saham yang mewakili 40,00% dari modal disetor dan ditempatkan SAF. “Setelah penggabungan ini selesai dilaksanakan, JACCS merencanakan melakukan penyetoran dana sebesar Rp510 miliar untuk memperkuat struktur permodalan di MPMF,” kata Zahnia di Jakarta, Senin (17/3).

Selanjutnya, pada saat penggabungan berlaku efektif, kata dia, saham perseroan dan JACCS di SAF akan terkonversi menjadi saham masing-masing pihak tersebut di MPMF, sehingga perseroan, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, dan JACCS selanjutnya masing-masing akan memiliki 84,86%, 0,00%, dan 15,14% dari keseluruhan modal yang disetorlan dan ditempatkan dalam MPMF.

Selain meningkatkan efektivitas pengawasan atas anak perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis, kata dia, penggabungan dua unit usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan posisi tawarnya. Termasuk meningkatkan kemampuan anak perusahaan untuk menawarkan pembiayaan produk kendaraan roda dua dan roda empat, meningkatkan produktivitas kantor cabang.

Diketahui, untuk mendukung bisnisnya di bidang pembiayaan kendaraan bermotor, di akhir tahun 2013 perseroan mengubah pengalokasian penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai 13%. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dealership bisnis kendaraan roda empat melalui anak usahanya PT Mitra Pinasthika Mustika Auto (MPM Auto). Sebelumnya dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis asuransi perseroan sebesar 7% dan kebutuhan modal kerja bisnis retail motor sebesar 6%.

Manajemen perseroan menegaskan, perubahan penggunaaan dana IPO tersebut dengan pertimbangan pembiayaan kegiatan operasional bisnis asuransi dan retail motor masih mampu didanai melalui dana internal masing-masing anak perusahaan,”Perseroan juga lebih memilih pemanfaatan dana IPO yang belum terealisir, dibandingkan dengan mengajukan fasilitas pinjaman perbankan,”kata Direktur Utama MPMX Koji Shima.

Menurut dia, pengalokasian dana IPO sebesar 13% untuk pembangunan fasilitas dealership tersebut, menjadi salah satu bukti komitmen perseroan dalam menjalankan bisnis penjualan ritel dan pemberian jasa layanan purna jual dari produk kendaraan bermotor Nissan-Datsun di Indonesia. Pihaknya menilai bisnis konsumer otomotif di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.

Pengembangan bisnis kendaraan roda empat ini diklaim sebagai pembuktian kemampuan MPMX dalam melihat potensi pasar khususnya dari kebutuhan masyarakat Indonesia kelas menengah yang semakin meningkat terhadap kendaraan bermotor.“Dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten diatas 6% per tahun dan peningkatan jumlah kelas menengah yang telah mencapai lebih dari 45 juta orang (diproyeksikan akan mencapai 90 juta tahun 2030 – Mckinsey Global Institute), bisnis MPMX memilikimagnituteluar biasa”, jelasnya.

Pihak perseroan juga menilai di Indonesia tingkat penetrasi industri otomotif masih rendah, baru sekitar 80 kendaraan per 1.000 orang. Sementara di negara tetangga seperti Malaysia penetrasinya mencapai 330 per 1.000 orang. (lia)