Jumlah SPBN Dinilai Belum Ideal - Pati, Jawa Tengah

NERACA

Pati - Jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak untuk Nelayan (SPBN) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat ini dinilai belum ideal, meskipun sudah ada penambahan satu SPBN di daerah setempat. "Total SPBN saat ini baru ada tiga buah, termasuk tambahan satu SPBN yang diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, hari ini atau Minggu," ujar Bupati Pati, Haryanto, di Pati, Jawa Tengah, Minggu (16/3).

Lebih lanjut Haryanto mengungkapkan, tiga SPBN yang ada saat ini belum sebanding dengan jumlah kapal yang ada, karena diperkirakan untuk kapal besar jumlahnya mencapai sekitar 800 unit. Apabila kapal berukuran besar sama-sama membeli BBM dalam waktu yang hampir bersamaan maka SPBN yang ada dimungkinkan akan kewalahan melayani dan stok BBM juga cepat habis.

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada penambahan SPBN di beberapa tempat disesuaikan dengan kebutuhan. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Pati sudah berupaya mengajukan penambahan SPBN, agar nelayan tidak kesulitan mendapatkan solar. "Kami juga mendorong para investor atau koperasi nelayan untuk membangun SPBN," terangnya.

Bahkan, Pemkab Pati juga siap memfasilitasi, karena izin prinsipnya dikeluarkan oleh pemda setempat. Pada kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, memperkirakan penyerapan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk mendukung aktivitas nelayan di laut pada 2014 bisa ditingkatkan, menyusul adanya penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN).

"Alokasi BBM jenis solar pada tahun lalu mencapai 2,5 juta kiloliter (kl), namun yang terserap baru mencapai 1,8 juta kiloliter," ujarnya. Belum maksimalnya penyerapan BBM tersebut, kata Cicip, disebabkan masih terbatasnya jumlah SPBN. Menurut dia, sejak 2013 hingga 2014, sudah banyak dibangun SPBN di sejumlah daerah. Salah satunya, yakni SPBN yang dibandung di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati.

Untuk alokasi BBM pada 2014 yang mencapai 2,5 juta Kl, diharapkan bisa dimanfaatkan semuanya. "Kami juga akan mengusahakan penambahan alokasi BBM bersubsidi untuk nelayan dengan menyesuaikan kebutuhan," tukas Cicip.

Diharapkan, pembangunan SPBN merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban hidup dan usaha para nelayan. Dengan kehadiran SPBN ini diharapkan bisa menekan biaya operasional nelayan, karena untuk mendapatkan BBM lebih mudah. SPBN tersebut, katanya, dikelola oleh Koperasi Mina Samudra Raya yang beranggotakan 20 orang yang merupakan pemilik kapal di Juwana. Penyerapan solar pada Februari 2014 saja memang menurun menjadi 350 kl, karena adanya banjir di sejumlah daerah di Kabupaten Pati. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kinerja Saham PGN Belum Masih Tertekan - Holding BUMN Migas Dibentuk

NERACA Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan holding BUMN migas terwujud pada triwulan-I tahun 2018.”Setelah holding BUMN industri…

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi - Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg NERACA Sukabumi - Meskipun…

Pelayanan Publik Dinilai Masih Buruk - YLKI NILAI KENAIKAN TARIF TOL TIDAK ADIL

Jakarta- Hasil survei dan observasi Ombudsman RI mengungkapkan, pelayanan publik di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara keseluruhan masih buruk. Sementara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Dorong Pemda Manfaatkan Skema KPBU

  NERACA   Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) mendorong agar Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dan…

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Pasar Tekstil Tanah Abang Melesu

  NERACA   Jakarta - Penjualan tekstil di Pasar Tanah Abang masih lesu, sehingga beberapa pedagang pakaian jadi pun terpaksa…