AIESEC - Pertukaran Pengetahuan dan Budaya Antar Pemuda Bangsa

NERACA

Siapa yang mau ikut pertukaran pelajar dan pergi ke luar negeri? Tentunya semua mahasiswa akan menyambut dengan hati gembira jika diberi tawaran pertukaran pelajar ini sehingga bisa pergi ke luar negeri untuk belajar dan melihat dunia luar. Salah satu organisasi yang bergerak dalam memfasilitasi pertukaran pelajar ini adalah Association internationale des etudiants en sciences economiques et commerciales-International Association of Students in Economic and Commercial Sciences (AIESEC).

Program AIESEC merupakan wadah bagi para mahasiswa di seluruh dunia untuk melatih leadership dan melakukan kegiatan internship dengan visi "develop the leadership in young people and give impact to the society". Hingga Januari 2014 terdapat 90.000 anggota AIESEC dari 124 negara.

Dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya diikuti dua peserta, di 2014 ini peserta AIESEC program dari Indonesia di Bulgaria semakin meningkat menjadi delapan orang. Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai Universitas di Indonesia, yaitu UII Yogyakarta tiga orang, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, UPI, dan Universitas Parahyangan Bandung, masing-masing satu orang.

“Kedelapan mahasiswa Indonesia mengikuti program AIESEC di Sofia, Bulgaria selama Februari hingga Maret 2014. Proyek yang mereka ikuti antara lain mengenai World Play Ground, Meeting Diversity, Make it possible 2014 (MDGs program) dan Green Future,” kata Sekretaris Dua KBRI Sofia, Dina Martina belum lama ini

Pada program AIESEC setiap peserta diwajibkan mempresentasikan proyek-proyek yang dipilih di sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA di beberapa kota di Bulgaria selama enam minggu. Enam dari delapan mahasiswa Indonesia tersebut melaksanakan proyeknya di kota Sofia, sementara dua lainnya masing-masing di kota Blageovgrad (satu setengah jam dari Sofia) dan Varna yang berjarak empat jam perjalanan dari Sofia.

Para peserta program juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya masing-masing negara melalui presentasi kepada para pelajar Bulgaria maupun pertunjukan tari yang biasanya diadakan pada akhir program dengan nama "global village". Pada kegiatan "global village" ini setiap peserta juga diminta untuk mempresentasikan negara dan budaya masing-masing dengan menggunakan pakaian tradisional selama sekitar 10 menit.

Menurut para mahasiswa, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan bersosialisasi dengan berbagai peserta dari sejumlah negara yang mempunyai latar belakang budaya dan tradisi berbeda serta melatih kemandirian peserta.

Dubes RI untuk Sofia, Bunyan Saptomo, saat menerima mahasiswa berpesan agar mereka menjadi Duta Bangsa Indonesia. Untuk itu dubes berharap agar para mahasiswa dapat menjaga nama baik Indonesia, dan membantu promosi Tanah Air.

Related posts